Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan keterangan kepada wartawan terkait aksi demontrasi saat ditemui di Makodam Udayana Denpasar, Bali, Sabtu (30/8/2025). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gubernur Bali, Wayan Koster hadir dalam Apel Kesiapan Satgas Patroli Imigrasi di Wilayah Bali yang dipusatkan di Markas Komando Kodam IX/Udayana, di Denpasar, Sabtu (30/8). Rencananya pada hari ini, elemen masyarakat akan menggelar demonstrasi di Mapolda Bali terkait kondisi bangsa dan insiden pengendara ojol terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polda Metro Jaya pada Kamis (28/8) malam.

Ia meminta Kepolisian Daerah Bali dan jajaran untuk mengawal secara humanis aksi demontrasi yang akan dilakukan oleh sejumlah elemen masyarakat agar tidak menciptakan ketegangan baru.

Baca juga:  Pengungsi di Klungkung Capai 9 Ribu Orang, Tersebar di Puluhan Titik

Dalam keterangannya, dikutip dari Kantor Berita Antara, ia meminta Kapolda Bali, Inspektur Jenderal Polisi Daniel Adityajaya, dan jajaran mengelola aksi tersebut agar aspirasi masyarakat bisa tersalurkan dan tidak terjadi anarkisme.

“Kapolda dan jajaran bisa mengelola dengan baik masyarakat yang menyampaikan aspirasi, jangan sampai menimbulkan ketegangan baru. Agar diterima dengan baik, didengar, dibahas sehingga semua mendapat tempat dan ruang agar membangun Bali bersama-sama,” katanya.

Baca juga:  Jegog dari Masa ke Masa, Pernah Tampil Meriahkan Piala Dunia di Prancis

Terkait rencana aksi yang akan dilakukan oleh mahasiswa dan ojek online hari ini, Koster menganggap hal tersebut sebagai bagian hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

“Kita lihat beberapa fenomena belakangan ini sebagai suatu aspirasi itu adalah merupakan hak dari masyarakat. Tentu saya sangat mengapresiasi ada masyarakat yang menyampaikan di Bali baik yang terjadi di daerah maupun skala nasional,” kata dia.

Ia mengimbau agar masyarakat sipil yang melakukan aksi demontrasi menyampaikan aspirasi secara tertib, tidak merusak fasilitas umum, menjaga kondusivitas kemanan Bali sebagai pintu gerbang Indonesia di mata dunia.

Baca juga:  Tertinggi Sejak Pertengahan Maret, Tambahan Kasus COVID-19 Bali Capai 3 Digit

Menurut dia, keamanan di Bali sangat diperlukan agar pariwisata tetap stabil. “Kita butuh itu, supaya Bali tetap kondusif, dan pariwisata tetap baik, dan ekonomi tumbuh,” katanya. (kmb/balipost)

BAGIKAN