SEMARAPURA, BALIPOST.com – Pilkada Serentak 2024 menjadi momentum bagi masyarakat Bali, untuk memilih pemimpin. Baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

Ini menjadi kesempatan bagi krama Bali, untuk benar-benar mencermati setiap figur yang muncul. Menurut Ketua Majelis Pertimbangan dan Pembinaan Kebudayaan Klungkung, I Dewa Gede Alit Saputra, Rabu (7/8), pemimpin ideal dibutuhkan saat ini adalah tokoh yang berkomitmen memprioritaskan penyelamatan roh atau jati diri Bali, yaitu adat, tradisi dan budaya. Ini yang ia sebut siap nindihin Bali.

Baca juga:  Bupati Suwirta Berharap Organisasi Wanita Berperan Aktif Jaga Kesehatan dan Kebersihan Masyarakat

Menurut  budayawan ini, selama masyarakat Bali khususnya Klungkung tidak menyadari betapa terancamnya keberadaan adat, tradisi dan budaya yang selama ini menjadi jati diri Pulau Bali.

Selain “tindih” pada jati diri orang Bali, idealnya untuk Klungkung, juga harus betul betul lepas dari ikatan politik, walaupun pembentukan kandidat calon bupati atau wakil bupati melalui proses politik.

Pemimpin yang harus betul-betul bekerja dan mau berkomunikasi dengan masyarakat di tingkat elektoral. Semua kecamatan harus tercover dengan porsi yang sama. Sehingga, tidak ada masyarakat di kecamatan tertentu, yang selalu merasa diperlakukan tidak adil. (Bagiarta/balipost)

Baca juga:  Megawati: Jangan Sampai PDIP Dijadikan Ajang Cari Kekuasaan dan Kekayaan Pribadi

Tonton selengkapnya di video

BAGIKAN