Seorang tenaga medis keluar dari Instalasi Kedokteran Forensik dan Pemulasaraan Jenazah RSUP Prof dr I G N G Ngoerah, Denpasar. Korban kebakaran gudang gas di Jalan Kargo Taman I, Denpasar yang meninggal dunia terus bertambah. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Korban jiwa ledakan gudang elpiji di Jalan Cargo Taman I, Denpasar Utara pada Rabu (19/6) dilaporkan bertambah oleh RSUP Prof. Ngoerah. Dalam keterangan yang disampaikan Kabag Humas RSUP Prof. Ngoerah, Dewa Ketut Kresna, terdapat seorang lagi meninggal.

Hingga saat ini total sudah 17 orang yang meninggal karena peristiwa ini. Masih ada sisa satu orang yang dirawat intensif di RSUP Prof. Ngoerah. “Yang dirawat Ahmad Tamyis¬†Mujaki dengan grade (luka bakar) 72%,” katanya dalam pesan WA-nya.

Baca juga:  Langgar Jam Malam, Sejumlah Warung di Denut Kena Tegur

Mengutip data yang dirilis RSUP Prof. Ngoerah, korban meninggal terbaru adalah Suherminadi (47). Korban mengalami luka bakar mencapai 30 persen dan meninggal pada Rabu pukul 10.45 WITA. Korban masuk ke RSUP Prof. Ngoerah pada 9 Juni 2024 malam.

Dengan kematian dua korban lagi, RSUP Prof. Ngoerah melaporkan sebanyak 16 orang meninggal karena kebakaran gudang elpiji itu. Sedangkan satu korban jiwa dilaporkan RS Wangaya.

Baca juga:  Tiga Wilayah Zona Orange di Bali Tambah Korban Jiwa COVID-19

Selain Suherminadi, korban jiwa lainnya adalah Didik Suharyanto, Mohamad Sofyan, Dicky Panca Ramadhani, Muhqis Bayudi, Wiri Suhardi, Yolla Aldy Zoellyanto, Umar Effendi, Danu Sembara, Eko Budi Santoso, Katiran, Yoga Wahyu Pratama, Purwanto, Petrus Jewarut, Robiaprianus Amput, Yudis Aldiyanto dan Edi Herwanto.

Sebelumnya, kebakaran hebat terjadi di Jalan Cargo Taman Satu, Denpasar Utara, 9 Juni 2024. Gudang elpiji CV Bintang Bagus Perkasa dilalap si jago merah dan beberapa kali dentuman keras terdengar hingga wilayah Dalung, Kuta Utara.

Baca juga:  Universitas Bali Internasional Peduli Cegah COVID-19

Informasi diperoleh di lapangan, kebakaran itu terjadi pukul 06.30 WITA. Terbakarnya gudang berisi puluhan tabung gas tersebut menimbulkan api membumbung tinggi disertai asap hitam pekat.

Data kepolisian menyebutkan ada 18 korban luka bakar akibat peristiwa ini. Dalam peristiwa ini, pemiliknya, Sukojin (46) dijadikan tersangka dan ditahan pada Sabtu (15/6). Polisi mengenakan pasal berlapis pada Sukojin. (Eka Adhiyasa/balipost)

BAGIKAN