Konsumen setia Honda, khususnya untuk type Honda Stylo dan Honda Scoopy diajak fun touring "Ride and Fashion Enthusiast." Tercatat 1000 konsumen pengguna motor matik antusias mengikuti kegiatan ini. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Dalam rangkaian HUT ke-54 Astra Motor, kegiatan yang unik dan menarik dipersembahkan untuk konsumen setia Honda. Konsumen setia Honda, khususnya untuk type Honda Stylo dan Honda Scoopy diajak fun touring “Ride and Fashion Enthusiast.” Tercatat 1000 konsumen pengguna motor matik antusias mengikuti kegiatan ini.

Tidak hanya konsumen pengguna sepeda motor type Honda Stylo dan Honda Scoopy, komunitas HCB serta Honda Stylo Club Indonesia (HASCI) turut mengawal keseruan fun touring yang dibagi menjadi 3 titik yaitu konsumen area Gianyar, konsumen area Tabanan dan konsumen area Denpasar Badung. Titik kumpul berada di Gudang Astra Motor Cokroaminoto.

Baca juga:  Astra Motor Bali dan HPCI Gelar "PCX Heritage Trip"

Dengan mengedepankan safety riding dan #Cari_Aman, ribuan peserta ini melakukan perjalanan touring dengan rute yang telah ditentukan dan berakhir di Lokasi Yeh Gangga Beach Tabanan. Parkiran penuh dengan type skutik yang menjadi favorit masyarakat Bali ini.

Manager Marketing Astra Motor Bali, Yulius Armando menjelaskan gelaran Touring 1000 Fashion Enthusiast Honda Stylo & Scoopy ini salah satu rangkaian menyambut HUT ke-54 Astra Motor secara nasional. “Kami memilih Yeh Gangga Beach selain karena pantainya yang bagus juga karena melihat pertimbangan titik touringnya tidak terlalu jauh,” jelasnya.

Baca juga:  Puluhan Duktang di Kecamatan Negara Terjaring 

Selain fun touring, kegiatan diisi dengan agenda CSR yakni pelepasan 54 tukik atau anak penyu sebagai lambang usia Astra Motor yang yang kini menginjak usia 54 tahun. Pelepasan tukik dipilih sebagai salah satu bentuk kegiatan CSR Astra Motor Bali sebagai bagian komitmen dalam menjaga keberlangsungan satwa dilindungi yang cukup langka itu.

Julius menegaskan kegiatan CSR ini sebagai bukti bahwa Astra Motor tidak hanya memikirkan bisnis atau mencari keuntungan namun turut juga bertanggung jawab terhadap lingkungan yang berkelanjutan. “Terutama untuk masyarakat Bali, dan juga untuk membangun kedekatan dengan konsumen,” tutur Julius. (bns/balipost)

Baca juga:  Sejumlah Money Changer Bodong di Ubud Ditutup
BAGIKAN