Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Senin (5/2) kemarin membuka Musrenbang Kecamatan guna menyerap usulan RKPD 2025. (BP/Ist)

PELAKSANAAN Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan di kabupaten Jembrana digelar mulai dari Kecamatan Pekutatan dan Kecamatan Mendoyo. Musrenbang dilaksanakan untuk menampung usulan-usulan yang ada di desa, yang selanjutnya diajukan ke Kabupaten untuk dimasukan dalam Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun Anggaran 2025.

Dengan mengusung tema “Peningkatan Ekonomi Masyarakat Melalui Pembangunan Infrastruktur Handal Sebagai Modal Dasar Transformasi Pembangunan” Musrenbang tahun 2024 dibuka langsung Bupati Jembrana, I Nengah Tamba secara roadshow di dua kecamatan, Senin (5/2). Turut mendampingi Sekda Jembrana I Made Budiasa serta jajaran pimpinan OPD terkait.

Baca juga:  Bupati Tamba Dukung Kelompok Wanita Pengolah Ikan Desa Perancak

Dihadapan para Camat, Perbekel/Lurah serta aparat desa, Bupati Tamba mengatakan, Musrenbang mempunyai fungsi yang sangat strategis sebagai wadah untuk merumuskan program dan usulan menuju Jembrana Emas 2026. “RKPD kita sudah menuju Jembrana Emas 2026 persiapannya harus sudah kita lakukan mulai dengan sumber daya manusianya. Begitu teknologi pariwisata itu masuk ke Jembrana kalau sumber dayanya tidak ada kita juga akan terjajah, maka kita akan tersingkir dari rumah kita sendiri,” jelas Bupati asal Desa Kaliakah.

Baca juga:  Keluarkan Pergub Nomor 1 Tahun 2023, Langkah Tepat Gubernur Koster agar Pariwisata Tumbuh Pesat

Sementara untuk di Kecamatan Mendoyo ada beberapa usulan yang menjadi prioritas seperti halnya infrastruktur dan pertanian. “Pertanian itu khususnya irigasi karena hal tersebut penting ini masalah menyangkut pertanian di Kabupaten Jembrana itu jadi harus diprioritaskan. Untuk usulan-usulan lain nanti kita akan kembali rundingkan di Musrenbang tingkat Kabupaten, ” jelasnya. Dirinya pun menginginkan, guna mewujudkan masyarakat Jembrana yang bahagia dalam menyambut Jembrana Emas tahun 2026 harus didukung dengan kualitas dan daya saing SDM yang baik.

Baca juga:  Okupansi Hotel Turun Drastis, Pangkas Jam Kerja dan Pengeluaran Dilakukan

“Saya minta kepada Camat dan seluruh jajarannya ini mesti dipersiapkan juga baik dalam bentuk program-program penyuluhan, baik penyuluhan pertanian sampai dengan penyuluhan pemahaman bahasa asing. Sedikit demi sedikit kita harus menguasai bahasa asing karena Pekutatan ini sebagai episentrum pariwisata yang ada di Kabupaten Jembrana,” ungkapnya. (Adv/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *