Sejumlah pesawat milik maskapai penerbangan Garuda Indonesia. (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Penerbangan GA 716 rute Jakarta-Melbourne yang melakukan putar balik atau return to base (RTB) ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang pada Sabtu (6/1). Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, hal itu dikarenakan pertimbangan aspek keselamatan.

“Dengan mempertimbangkan aspek safety maka Pilot in Command (PIC) berkoordinasi dengan Operation Control Center (OCC) dan memutuskan untuk kembali mendarat di Bandara Internasional Soekarno Hatta dengan kondisi baik dan normal di Bandara Soekarno Hatta untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya dikutip dari Kantor Berita Antara, Kamis (11/).

Baca juga:  Desa Adat Kerobokan Buleleng Renovasi Pura Segara

Menurut Irfan, kembalinya pesawat ke Bandara Soekarno Hatta turut mempertimbangkan kemudahan koordinasi penyediaan kebutuhan sparepart maupun kesiapan pesawat pengganti.

Lebih lanjut, Irfan menyampaikan setelah dilakukan pemeriksaan, penerbangan GA 716 pun diberangkatkan kembali dengan pesawat pengganti pada Minggu (7/1) dini hari.

Diketahui, penerbangan GA716 yang dilayani dengan A330-300 berangkat tepat waktu dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, Tangerang pada pukul 19.00 WIB dan dijadwalkan tiba di bandara internasional Melbourne pada pukul 05.30 LT.

Baca juga:  XL Axiata Berangkatkan 1.300 Mitra Penjual Pulsa Pulang Kampung

Beberapa jam setelah pesawat mengudara, Pilot in Command (PIC) melihat cockpit indicator yang menunjukkan kondisi hidrolik pesawat memerlukan pengecekan dan penanganan lebih lanjut.

Pesawat tersebut kemudian melakukan RTB dan mendarat kembali di Bandara Soekarno Hatta pada pukul 00.25 WIB. Kemudian diberangkatkan kembali dengan armada A330-900 Neo pada pukul 02.45 WIB dan telah tiba di Bandara Internasional Melbourne pada pukul 13.10 LT.

Baca juga:  Korupsi Timah, Audit BPKP Ungkap Kerugian Negara Cukup Fantastis

“Terkait penyesuaian jadwal keberangkatan ini, Garuda Indonesia juga memastikan para penumpang terdampak telah mendapatkan service recovery sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata Irfan.

Irfan menyampaikan Garuda Indonesia meminta permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para penumpang dan akan melakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan komitmen penerapan safety dalam seluruh aspek penerbangan dapat terimplementasikan secara optimal. (Kmb/Balipost)

BAGIKAN