Sejumlah perhiasan emas dipajang di etalase toko emas yang berlokasi di Jl. Hasanuddin, Denpasar. (BP/wulan)

DENPASAR, BALIPOST.com – Perayaan Galungan dan Kuningan kali ini mendongkrak penjualan perhiasan emas. Peningkatan pembelian perhiasan ini diakui salah seorang pedagang emas di Jl. Hasanuddin, Denpasar.

Menurut Samsul Malik, Jumat (4/8), di tengah stabilnya harga perhiasan emas, permintaan mengalami peningkatan. “Sekarang udah stabil, kalau masalah harga perhiasan. Kalau harga bahannya, ada penurunan,” ujarnya.

Ia mengakui adanya hari raya Galungan dan Kuningan meningkatkan minat beli perhiasan, khususnya kaum ibu-ibu. “Kalau kemarin itu ada peningkatan, soalnya menjelang hari raya. Ya sekitar 50 persen,” jelas pria asal Singaraja itu.

Baca juga:  Dari Kata Kutha Parwata Dipecat PDIP Jelang Pilbup hingga Tambahan Harian Kasus COVID-19 Kembali Melonjak

Ia menambahkan untuk jenisnya, perhiasan emas yang paling banyak dibeli adalah yang menggunakan ukiran bali. Ia mengungkapkan perhiasan yang dibuat dengan jenis ukir Bali membutuhkan waktu pengerjaan sekitar 2 sampai 3 bulan. Hal itu yang membuatnya memiliki harga yang berbeda-beda tergantung bentuk dan tingkat kesulitan ukirannya. (Wulan/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *