Rapat koordinasi lintas sektoral terkait persiapan pengamanan arus mudik-balik 2023 penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Senin (3/4) malam. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Persiapan untuk mengamankan arus mudik Lebaran tahun ini dilakukan. Diprediksi pada arus Mudik-Balik Lebaran 2023 akan mengalami peningkatan dibandingkan dengan 2022.

Selain kesiapan jalur penyeberangan, ASDP juga akan mengoperasikan KMP Jatra II yang sebelumnya melayani Lombok-Ketapang. Hal tersebut terungkap saat rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka persiapan posko angkutan Lebaran 2023 Senin (3/4/2023) malam.

Rapat yang melibatkan Polres Jembrana, Polresta Banyuwangi, dan instansi terkait lainnya dipimpin GM ASDP Cabang Ketapang, M Yasin, Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana, Kabag Ops Polres Jembrana, dan Kapolsek Kawasan Laut Pelabuhan Gilimanuk, serta pihak terkait lainnya. M. Yasin memaparkan kesiapan lintas penyeberangan Gilimanuk-Ketapang dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2023.

Baca juga:  Dari Dua WNA Jatuh ke Jurang hingga Erupsi Semeru

Dengan perkiraan adanya peningkatan jumlah penyeberangan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Pihak terkait juga diharapkan dapat memastikan kesiapan secara mendetail dan menghindari kecelakaan serta keluhan dari pengguna jasa penyeberangan.

Mulai tanggal 12 April 2023 ( H-10 ) hingga 2 Mei 2023 (H+10) pihak PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero ) Cabang Ketapang akan memulai menggelar posko Lebaran 2023. Terkait situasi dan kondisi di lintas penyeberangan Gilimanuk Ketapang menurutnya dengan jumlah dermaga 7 unit dalam kondisi baik, perkuatan armada kapal 49 unit laik layar, penyiapan titik titik penempatan buffer zone sebagai lokasi pembelian sekaligus screening e-ticketing baik di area Banyuwangi maupun di Gilimanuk dan skema waktu pelaksanaan posko Lebaran 2023 terkait prediksi jumlah arus penyeberangan dan waktu puncak kegiatan mudik balik Lebaran 2023.

Baca juga:  Jaksa Beber Dasar Penetapan Prof. Antara Sebagai Tersangka SPI

“Karena adanya kenaikan, dipastikan pelaksanaan kegiatan Mudik Balik Lebaran 2023 berbeda dari pelaksanaan kegiatan serupa sebelumnya, apalagi tidak ada lagi pembatasan pembatasan yang dilakukan. Kami akan menyiagakan KMP JATRA II bilamana situasi dan kondisi arus penyeberangan masuk status stagnasi di lintas penyeberangan Gilimanuk Ketapang” ujar M. Yasin.

Diharapkan agar setiap stakeholder dapat memastikan kesiapan secara mendetail guna menghadapi kegiatan arus Mudik Balik Lebaran 2023 di lintas Gilimanuk Ketapang zero accident dan zero complaint dari pengguna jasa penyeberangan, kolaborasi dan komunikasi agar dapat tetap terjalin baik antar stakeholder guna menghadapi lonjakan arus penyeberangan.

Kapolres Jembrana AKBP Dewa Gde Juliana dalam arahannya menyampaikan prediksi puncak arus Mudik tahun 2023 terjadi pada H-1 yaitu tanggal 21 April 2023. Polres Jembrana menyiapkan beberapa pola pengaturan, kantong parkir, penggelaran pos pos pengamanan dan pengalihan arus (penyiapan rekayasa lantas baik berupa jalur alternatif dan rambu penunjuk arah) keluar masuk Bali dalam Wilkum Polres Jembrana guna menghadapi lonjakan arus penyeberangan dalam pelaksanaan kegiatan Mudik Balik Lebaran 2023.

Baca juga:  Tarif Angkutan Penyeberangan Gilimanuk-Ketapang Naik

“Kami tetap mengutamakan keselamatan baik itu didarat maupun dilaut, mohon kepada PT. ASDP Indonesia Ferry ( Persero ) Cabang Ketapang untuk aktivasi integrasi CCTV terkait akses keluar masuk orang dan barang di Posko Terpadu Pelabuhan Gilimanuk selama pelaksanaan Operasi Ketupat Agung 2023 mulai tanggal 19 April 2023 hingga 2 Mei 2023,” ujar Kapolres. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *