Bupati Gede Dana didampingi wakil bupati I Wayan Artha Dipa serta Sekda I Ketut Sedana Merta saat memberikan keterangan terkait capaian PAD 2022. (BP/Ant)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Tutup tahun 2022, Pemerintah Kabupaten Karangasem di bawah kepemimpinan Bupati Karangasem I Gede Dana dengan I Wayan Artha Dipa mencatat rekor pencapaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) tertinggi mencapai Rp. 300,78 miliar atau 118,47% dari Target PAD. Yang menjadi sejarah adalah capaian di sektor pajak Mineral Bebatuan Bukan Logam (MBLB). Pasalnya, pendapatan di sektor pajak MBLB mampu menembus hingga Rp 96 miliar lebih.

Ini, merupakan capaian paling tertinggi yang diraih Pemda Karangasem selama adanya aktivitas galian c di Bumi Lahar. Bupati Gede Dana didampingi wakil bupati I Wayan Artha Dipa, mengungkapkan, capaian PAD Karangasem Rp300.78 miliar dari sejumlah sektor, yakni meliputi Pajak Daerah Rp167,92 miliar (55,83%), Retribusi Daerah Rp10,19 miliar (3,39%), Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan Rp9,32 miliar (3,10%), dan lain-lain PAD yang sah Rp113,34 miliar (37,68%). “Peningkatan PAD Tahun 2022 ini terhitung sebesar Rp. 48,06 miliar dari Tahun 2021 atau sebesar 19,02 persen,” ujarnya.

Baca juga:  Diusulkan, Retribusi Masuk Bali untuk Dongkrak PAD Jembrana

Menurut, Gede Dana, peningkatan PAD ini didukung oleh meningkatnya penerimaan Pajak MBLB/Galian C yang cukup signifikan. Dimana penerimaan pajak dari sektor tersebut mengalami peningkatan dengan realisasi tembus Rp96,43 miliar atau peningkatan 44,53 miliar (85,79%) dari Tahun 2021 dengan jumlah realisasi saat itu sebesar Rp51,90 miliar.

“Pencapaian PAD tertinggi dan Pajak MBLB tertinggi sepanjang sejarah selama ini. Pasalnya, selama adanya aktivitas galian c, maka saat ini capaian pajak MBLB paling tinggi. Sebelum-sebelumnya, belum pernah peningkatan pajak galian c setajam ini. Jadi, Ini patut kita syukuri, dan merupakan kerja keras semua pihak. Kedepan kita harapkan bisa ditingkatkan lagi untuk pembangunan Karangasem,” ucapnya.

Baca juga:  Usai Menjadi Bupati, Mas Sumatri Kembali ke Keluarga

Dia menjelaskan, tingginya pendapatan pajak MBLB ini tidak lepas dari pengawasan yang sangat ketat yang dilakukan selama ini di portal-portal galian c guna meminimalisir terjadi nya kebocoran pajak. Selain itu juga, mulai sadarnya pengusaha galian c untuk mau membayar pajak ini. “Kami sangat apresiasi para pengusaha galian c yang sudah taat membayar pajak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala BPKAD Karangas, I Wayan Ardika, berbagai upaya terus dilakukan dalam mengoptimalkan pajak daerah salah satunya dengan meningkatkan pengawasan/monitoring pajak MBLB melalui digitalisasi faktur pajak MBLB. Selain itu, upaya juga dilakukan melalui pengoptimalan pos pengawasan pajak di setiap kecamatan baik di pos 1 maupun di pos 2, peningkatan penagihan utang pajak serta meningkatkan pelayanan perpajakan daerah melalui digitalisasi pelaporan, pengawasan dan pembayaran pajak daerah dalam rangka mendukung percepatan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah.

Baca juga:  169 Hotel dan Restoran Dapat Dana Hibah Pariwisata

“Optimalisasi pajak MBLB (galian c) telah dilakukan sejak dilantiknya Bupati I Gede Dana dan Wakil Bupati I Wayan Artha dimana pencapaian Pajak MBLB terus mengalami peningkatan signifikan yaitu realisasi pada Tahun 2021 sejumlah 51,90 miliar, dan terus meningkat pada Tahun 2022 dengan realisasi 96,43 miliar atau peningkatan 44,53 miliar (85,79%) dari Tahun 2021,” kata Ardika. (Adv/balipost)

BAGIKAN