Presiden RI Joko Widodo menemui para pengungsi penyintas gempa di SDN 2 Sukamaju, Gasol, Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (24/11/2022). (BP/Ant)

CIANJUR, BALIPOST.com – Kecamatan Cugenang yang terdampak gempa magnitudo 5,6 terparah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikunjungi Presiden RI Joko Widodo, Kamis (24/11).

“Saya datang ke Kecamatan Cugenang ini, karena ini adalah episentrumnya,” ujar Presiden Joko Widodo, dikutip dari kantor berita Antara.

Menurut Presiden Jokowi, kawasan tersebut terdampak paling parah, terutama untuk rumah yang roboh paling banyak. Korban meninggal juga banyak dari lokasi tersebut. “Yang paling penting setelah evakuasi selesai, distribusi bantuan sudah bisa menjangkau ke semua lokasi, baru babak berikutnya adalah rehabilitasi untuk rumah-rumah yang rusak berat, sedang maupun ringan,” ujar Jokowi.

Baca juga:  Kenaikan Jumlah Pasien Positif Mingguan Cukup Tinggi, PPKM Diminta Jadi Upaya Tekan Laju Kasus

Bantuan untuk warga sebesar Rp50 juta bagi yang rumahnya rusak berat, rusak sedang Rp25 juta, dan rusak ringan Rp10 juta.

Dia mengatakan bantuan akan terdiri beberapa skema. Ada yang nanti dibangun oleh Kementerian PUPR maupun TNI, guna mempercepat proses dan tidak terpaku pada satu skema.

Kedatangan presiden disambut bahagia warga yang mengungsi di posko SDN 2 Sukamulya. Presiden memberikan sejumlah bantuan kebutuhan pokok kepada pengungsi.

Baca juga:  Diguyur Hujan, Kebakaran Lereng Ijen Tersisa Satu Titik

Presiden Jokowi juga meninjau posko sosial untuk pemulihan trauma, dimana ia dihibur oleh anak-anak yang bernyanyi lagu “Ojo dibandingke” dan memberikan bantuan makanan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan korban meninggal dunia akibat gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu, naik menjadi 271 orang setelah pada hari sebelum tercatat ada 268 orang.

Laporan BMKG, gempa bumi terjadi pukul 13.21 WIB, Senin, 21 November 2022. Gempa berpusat di 10 km arah barat daya dari Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dengan kedalaman gempa 10 km. Gempa tidak berpotensi tsunami. (Kmb/Balipost)

Baca juga:  Dari Kisruh Kepengurusan PHDI Pusat Masuk Pengadilan hingga ABK Hunus Pedang

 

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *