MANGUPURA, BALIPOST.com – Hyundai mendukung penuh presidensi Indonesia di G20. Bahkan, dua produk premium Hyundai, yakni Genesis dan Ionic digunakan sebagai transportasi delegasi G20.

Tidak hanya untuk untuk delegasi selama KTT, Hyundai juga mendukung operasional dengan menyediakan total 499 kendaraan. “Kami dari Hyundai mau support pemerintah sampai bahkan ada kendaraan khusus yang diproduksi cuma untuk edisi G20. Long-wheelbase-nya kita khusus buat untuk G20,” ujar Astrid Ariani Wijana, Head of Marketing Department PT Hyundai Motors Indoensia ditemui saat pameran kendaraan bermotor listrik berbasis baterai, Senin (14/11).

Hyundai Genesis adalah brand premium dari Hyundai Motor Group. Hyundai Genesis, kelasnya berada di luxury premium Sedan. Sedangkan, Hyundai Ionic masuk dalam kategori SUV.

Hyundai Genesis G80 Electrified, dibuat khusus G20 untuk versi long-wheelbase. Mobil listrik ini yang digunakan kepala negara.

Baca juga:  Seorang Pemuda Ditangkap di Parkir Restoran Cepat Saji By-Pass Soekarno

Hyundai Ionic 5 merupakan mobil listrik pertama yang diproduksi di Indonesia, digunakan sebagai support cars untuk tamu negara dan penggunaan pengawalan. Baterenya 72 KW yang bisa menempuh jarak tempu 450 – 480 Km. “Ada 262 unit yang kita pinjamkan ke pemerintah, semua itu hasil rakitan dalam negeri. Jadi semua rakitan di pabrik kita di Cikarang,” ujarnya

Hyundai ingin memperkenalkan Future Mobility, sejalan dengan visinya Hyundai yaitu progress for human, kemajuan untuk kemanusiaan. Diakui, saat pertama meluncurkan mobil listrik, masyarakat masih sangat awam dan pemahamannya belum tinggi.

Tidak hanya membawa mobil listrik, Hyundai juga membentuk ekosistemnya. Untuk itu pada 2021, Hyundai membuat pameran Hyundai Vision Ekosistem untuk Indonesia. “Melalui KTT G20, Hyundai ingin mensupport Indonesia menjadi pemimpin elektrifikasi di ASEAN,” ujarnya.

Baca juga:  Tambahan Kasus Masih 3 Digit, Tiga Kabupaten di Bali Juga Laporkan Korban Jiwa

Sebelum penyerahan mobil listrik kepada panitia G20, Hyundai juga melatih penggunaan mobil listrik serta menyiapkan tempat service dan spare part yang cukup. Di halaman Kantor ITDC, Hyundai juga membangun service dengan bangunan semi permanen.

Penjualan kendaraan listrik Hyundai meningkat seiring dengan pemahaman masyarakat akan mobil listrik ditambah dengan penggunaan mobil listrik saat G20. Hal ini mendongkrak penjualannya.

Pada 2019 penjualan mobil listrik Hyundai tidak mencapai angka 100, hanya puluhan. Tahun 2021, Hyundai memegang sebesar 86 persen segmen mobil listrik, dengan penjualan lebih dari 600 unit. Sedangkan hingga September 2022, penjualan mobil listrik Hyundai mencapai 3.000-an unit.

Head of Before Service Department PT Hyundai Motors Indonesia, Putra Samiaji mengatakan, mobil listrik tidak banyak membutuhkan perawatan dan lebih terjangkau. Ia mencontohkan, pada mobil biasa lebih banyak menghabiskan biaya dan waktu karena perlu mengganti pelumas, sedangkan pada kendaraan listrik tidak ada.

Baca juga:  Siapkan KTT G20, Setengah Triliun Dialokasikan ke Bali

Perawatan hanya membutuhkan waktu setahun sekali dengan jarak tempuh 15.000 km sehingga tidak perlu bolak balik ke bengkel. Khusus untuk G20 ada 28 teknisi yang telah bersertifikasi ditugaskan di area ITDC dan kawasan meeting. Penguatan ekosistem mobil listrik juga dilakukan.

Hyundai memiliki dua dealer service di Bali, berlokasi di Jalan Sunset Road dan Gatot Subroto Barat. Selain itu dengan dukungan PLN, juga menyiapkan SPKLU serta edukasi penggunaan mobil listrik. Pada setiap pembelian mobil listrik juga dilengkapi dengan home charging sehingga charging bisa dilakukan di rumah. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN