Cabor panjat tebing di Lapangan Alit Saputra, Tabanan. (BP/Ist)

TABANAN,BALIPOST.com – Atlet panjat tebing Jembrana Ni Kadek Ayu Herlina Santika Putri, merebut medali emas di nomor speed pada ajang Porprov Bali XV/2022, di Lapangan Alit Saputra Tabanan, Kamis (17/11). Medali perak direbut Ni Made Maylia Ardani Putri (Buleleng), dan perunggu diraih Ni Luh Jelita Damawati (Badung).

Untuk nomor lead, tim mix, juaranya I Gusti Ngurah Bayu Segara/Ni Luh Jelita Damawati (Badung).Perak diraih Putu Indra Deva Lesmana Putra/Ni Kade Ayu Dwi Cintya Pratiwi (Jembrana), dan perunggu diraih atlet Denpasar Adhi Nugroho Wijayanto Putra/Dini Aurelia.

Baca juga:  Kodam Gelar Doa Bersama demi Keutuhan Bangsa

Untuk juara speed putra, direbut Himalaya (Badung), perak diraih Julio Fernando Sapulete (Jembrana), dan perunggu diraih Erwin Irianto Nasukha (Denpasar). Untuk sementara Badung menyabet empat emas, disusul Jembrana dua emas, serta Buleleng dan Denpasar masing-masing sekeping emas.

Ketua FPTI Bali Putu Yudi Atmika, daerah penyumbang emas pembinaan panjat tebing cukup potensial. Pihaknya juga memantau prestasi atler junior, guna diteejunkan, pada Kejurnas Kelompok Umur dan Junior, di Situbondo, Jatim pada Desember.

Baca juga:  Sambut Atlet Asian Games 2018, Bupati Suwirta Berharap Terus Lahir Atlet Andal

Futsal

Dari cabor memasuki babak semifinal mempertemukan antara Denpaar Badung menekuk Klungkung 8-2, serta Denpasar menundukkan Buleleng 9-3, Kamis (17/11). Atas hasil ini, Denpasar jumpa Badung, di GOR Lila Bhuana, pada laga pamungkas, Sabtu (19/11). Partai final ini merupakan final ulang pada Porprov Bali XIV/2019, di Tabanan.

Kala itu, Badung mengalahkan Denpasar. Namun, pascapertandingan final, Denpasar protes keabsahan pemain. Akibatnya, emas Badung ditarik diberikan Denpasar, sedangkan Badung harus puas meraih perak.

Baca juga:  Binaragawan Masuki Masa 'Conditioning'

Pelatih Badung Wayan Ari Nusa, optimis asuhannya merebut emas, sebagaimana target KONI Badung “Kami optimis saja bisa menyumbang emas,” timpal kapten Badung Ketut Catur. (Daniel Fajry/Balipost)

 

BAGIKAN