Putu Parwata. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Penyerapan tenaga kerja (naker) di luar negeri cukup tinggi. Peluang ini dapat dimanfaatkan untuk menekan angka pengangguran melalui penjajakan kerja sama.

Dari data, jumlah LPK di Badung ada 42 buah dan jumlah naker yang sudah terkirim ke luar negeri hampir 1.200 orang. Hal itu diungkapkan Ketua DPRD Badung, Putu Parwata saat dihubungi Minggu (30/10).

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, pertumbuhan ekonomi dan penyerapan naker di luar negeri sangat tinggi. Badung berpeluang mengisi peluang tersebut, seperti peluang bekerja di perhotelan, spa dan yang lain-lainnya. “Badung mempunyai potensi yang kuat untuk mendidik dan membina dari segi ketenagakerjaan, maka saya sebagai Ketua DPRD Badung membuka jaringan seluas-luasnya,” katanya.

Baca juga:  Pengembangan Operasi Antik, Dua DPO Diburu

Menurutnya, pihaknya akan melakukan penjajakan dengan sejumlah negara seperti Arab Saudi, Jepang dan Australia. Pemerintah juga telah berkomitmen untuk mencetak sertifikasi gratis dan beberapa akan dibantu dalam hal pengurusan paspor atau pelatihan bahasa.

“Pada 2023 akan membangun networking dengan Jepang, kemudian dengan Australia. Beberapa jaringan sudah saya buka supaya peluang untuk mengisi peluang tenaga kerja atau menampung anak-anak kita yang sudah tamat itu tidak kekurangan untuk disalurkan,” jelasnya.

Dikatakan, pemerintah hadir untuk mendorong dan membantu semua lembaga LPK dan semua anak-anak yang dididik keterampilannya bisa dikirim ke luar negeri. “Nanti kita akan lakukan suatu langkah-langkah konkret dalam rangka mengedukasi dan meningkatkan grade daripada ketenagakerjaan yang akan kita kirim ke luar negeri,” ucapnya.

Baca juga:  Dugaan Korupsi Bedah Rumah Dana PHR Badung

Hanya saja, kata Parwata, harus ada seleksi ketat, baik penerima maupun pengirimnya, sehingga betul-betul terampil dan penerima tidak abal-abal. “Jadi ada yang bertanggung jawab dan perusahaan pengirim tenaga kerja secara resmi yang akan membantu anak-anak kita di Badung untuk dikirim ke luar negeri,” ujarnya.

Dia berharap networking dapat berjalan dengan baik dan bermanfaat untuk masyarakat Badung. “Karena apa, tanpa kita membangun jaringan yang lebih luas, anak-anak kita tak akan mendapatkan kesempatan yang maksimal. Sekarang ini kesempatan untuk membangun komunikasi terbuka,” katanya.

Baca juga:  Sistem ”Outsourcing” Buat Masa Depan Naker Tak Pasti

Sebagai tindak lanjut mulai tahun ini, pihaknya akan membuat MoU supaya ada kerja sama secara tertulis. “Beberapa perusahaan sudah meminta kita mengirim list apa saja yang kita siap untuk kirim. Termasuk, Australia juga minta anak-anak yang mau sekolah sambil bekerja. Jepang juga permintaannya 350 tenaga kerja yang terampil di bidang hospitality. Ini kami lagi bangun bersama-sama,” sebutnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN