Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers setelah melantik Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, serta melantik Hendrar Prihadi sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/10). (BP/Ant)

JAKARTA, BALIPOST.com – Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan para ketua umum partai politik kerap dilakukan. Terakhir, Jokowi bertemu dengan Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.

Diminta komentarnya terkait ini, Jokowi beralasan hal itu untuk menjaga stabilitas politik dan keamanan di tengah dampak gejolak ekonomi global terhadap Indonesia saat ini. “Karena situasi ekonomi global yang tidak jelas, yang tidak pasti, yang sulit ditebak, sulit diprediksi, sulit dihitung, sulit dikalkulasikan sehingga stabilitas politik dan keamanan itu menjadi sangat penting saat ini,” katanya di Istana Negara, Jakarta, dikutip dari Kantor Berita Antara, Senin (10/10).

Baca juga:  Presiden Ungkap 3 Kekuatan Indonesia

Ia menyampaikan hal tersebut usai melantik Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, serta melantik Hendrar Prihadi sebagai Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah. Namun, Jokowi juga tak menampik pertemuannya dengan para ketua umum partai politik dalam beberapa waktu terakhir turut membicarakan agenda pada 2024.

Baca juga:  Paket DEWA Ramaikan Penjaringan di DPD Golkar Gianyar

Pada 2024, Indonesia akan menyelenggarakan pemilihan umum dan pemilihan oresiden dan wakil presiden periode 2024-2029. “Termasuk juga untuk 2024 lah, kita tidak mungkin tutupi itu,” kata dia.

Ia mengatakan, stabilitas politik dan keamanan di dalam negeri sangat dibutuhkan saat ini. Ia menjelaskan tidak boleh ada persoalan besar dalam perekonomian dalam negeri menjelang Pemilu 2024.

“Jangan sampai kita menjelang Pemilu padahal ada persoalan besar dalam ekonomi global, terganggu ekonomi kita, itu yang kita tidak kehendaki, sehingga saya intens berbicara dengan ketua-ketua partai untuk itu,” kata dia.

Baca juga:  Tambahan Kasus COVID-19 Nasional Kembali ke Dua Puluhan Ribu

Jokowi pada Sabtu (8/10) bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, di Batutulis, Bogor, Jawa Barat, Sabtu, selama dua jam. Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menjelaskan pertemuan tersebut membahas berbagai masalah bangsa dan negara, seperti penanganan ancaman krisis ekonomi dan krisis pangan.

Pada akhir Agustus 2022, Jokowi juga bertemu dengan Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. (kmb/balipost)

BAGIKAN