Suasana pertemuan Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang Pemberdayaan Perempuan (Ministerial Conference on Women’s Empowerment/G20 MCWE) dengan tema "Recover Together, Recover Stronger to Close Gender Gap." (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang Pemberdayaan Perempuan
(Ministerial Conference on Women’s Empowerment/G20 MCWE) dengan tema “Recover Together, Recover Stronger to Close Gender Gap” sudah berlangsung di Bali pada 24-25 Agustus 2022. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia, Bintang Puspayoga mengatakan G20 MCWE adalah komitmen Indonesia untuk melanjutkan upaya pengarusutamaan isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan
yang dimulai di Italia pada 2021.

“Kami percaya, hanya melalui kerja sama global dan komitmen yang kuat, kami dapat mengatasi tantangan yang dihadapi perempuan,” ujarnya. Khususnya di masa pemulihan COVID-19 dengan terus mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di semua sektor pembangunan,” ujarnya dalam rilis yang diterima.

Baca juga:  Sejak 7 September, Ratusan Pelanggar Prokes Ditertibkan

Bintang mengatakan di masa pemulihan COVID-19, pihaknya terus mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di semua sektor pembangunan. Disebutkan, dalam pertemuan ini diundang sejumlah pimpinan perempuan dari perusahaan-perusahaan yang berspektif gender.

Salah satu pembicara adalah Country Managing Director of Grab Indonesia, Neneng Goenadi. Dalam kesempatan itu, Neneng menjelaskan pihaknya sangat fokus dalam pemberdayaan perempuan dan juga kelestarian lingkungan.

Berlandaskan misi ini, sejumlah program-program pro-perempuan telah dijalankan. “Satu hal yang kita pelajari selama pandemi berlangsung adalah daya juang perempuan yang begitu luar biasa, terlihat dari pertumbuhan signifikan jumlah mitra perempuan di tahun 2021, termasuk di Timur Indonesia. Perempuan akan memberikan efek positif bagi keluarga dan masyarakat sehingga dapat turut mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi,” tegasnya.

Baca juga:  Sambut Singapore Airlines, Puluhan Hotel di Zona Hijau Disiapkan untuk Karantina

Neneng juga menyebutkan mitra perempuan telah turut memanfaatkan digitalisasi untuk menyeimbangkan peranannya sebagai ibu rumah tangga dan juga pencari nafkah utama. Salah satunya adalah Yulis yang merupakan mitra pengemudi GrabBike Electric.

Ibu tunggal yang memiliki dua anak ini telah bergantung pada rental kendaraan listrik dari Grab sejak 2018. Bermula dari sewa skuter dan kini beralih jadi sewa GrabElectric. “Dibanding pekerjaan sebelumnya sebagai Asisten Rumah Tangga (ART), saya mendapatkan pemasukan 3x lebih banyak. Tak hanya itu, saya juga tetap bisa mengantar anak sekolah dan masak di rumah sebelum ambil orderan. Saat ambil order pun dapat memilih jenis layanan yang diinginkan, apakah mau ambil penumpang atau antar makanan/belanjaan,” ungkap Yulis.

Baca juga:  Seminggu Lebih Buron, Tahanan Asal Peru Ditangkap di Riau

Grab pada kegiatan itu menjadi mitra resmi transportasi listrik dengan memfasilitasi 15 GrabCar Electric untuk digunakan para delegasi. Co-head of EU Delegation, G20 Women20, Director, Digital Leadership Institute, Cheryl Miller Van Dÿck yang merasakan naik kendaraan listrik ini mengaku senang. Ia menilai hal ini sebagai upaya yang ditunjukan Indonesia dalam mengurangi jejak emisi karbon.

“Senang sekali rasanya mengetahui bahwa acara ini menyediakan armada kendaraan listrik yang dapat digunakan bagi para delegasi. Sebagai salah satu orang yang sangat peduli terhadap lingkungan dan sebagai pemilik kendaraan hybrid, saya mengetahui banyak manfaat positif saat menggunakan kendaraan listrik,” ujarnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN