Inda Trimafo. (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pengusaha taman rekreasi sedang getol melakukan pendekatan ke pemerintah pusat agar dapat masuk menjadi daerah tujuan field trip delegasi KTT G20. Namun upaya pendekatan saat ini terus berproses.

Ketua Putri (Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) Bali, Inda Trimafo Yudha, Kamis (4/8) saat Musda mengatakan, untuk mempercepat pemulihan pariwisata, langkah awal yang dilakukan Putri adalah menjalin sinergi dengan Pemda dan pemerintah pusat. Ia juga meminta kepada pemerintah untuk memfasilitasi pengusaha pariwisata khususnya pengusaha taman rekreasi agar mendapat keringanan-keringanan dari perbankan karena selama 2 tahun tanpa turis.

Selain itu, taman rekreasi juga perlu promosi-promosi yang bisa mengangkat destinasi tersebut. Putri juga dapat menjadi alat untuk menyuarakan masalah-masalah yang terjadi di lapangan agar dapat diselesaikan karena hal tersebut berkaitan dengan citra pariwisata Bali.  “Karena masalah masalah seperti di bandara, yang membuat wisatawan tidak nyaman dapat merusak citra pariwisata Bali yang baru pulih,” ujarnya.

Baca juga:  Rangkaian KTT G20, Sejumlah Delegasi Mulai Tiba di Bali

Ia mengatakan terpenting adalah memanfaatkan peluang event yang dilaksanakan di Bali yaitu G20. Ia berharap Pemda dapat mengakomodasi Putri agar bisa menjadi tempat tujuan wisata atau masuk dalam agenda field trip para delegasi G20. “Agar kami bisa menjadi tempat tujuan wisata yang bisa terangkat dan bisa memberi income tambahan, agar kita tidak jadi penonton di rumah sendiri,” ujarnya.

Diakui hasil pendekatan tersebut masih terus berjalan dan ia tetap berusaha pendekatan dengan Kementerian namun tidak bersifat memaksa. Kementerian dikatakan sudah mulai melakukan survei baik ke Taman Ayun dan Desa Wisata Carang Sari agar bisa dijadikan agenda field trip. “Itu pun pendekatan secara person to person dengan kementerian tapi tidak ada yang secara resmi menjembatani penggerak pariwisata ini,” tandasnya.

Baca juga:  PM Australia Dipastikan Hadiri KTT G20

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan, proses rekomendasi dan survei destinasi wisata masih terus berjalan. Namun ia menyebut destinasi wisata yang telah menerapkan CHSE dengan baik menjadi salah satu bahan untuk direkomendasikan ke pemerintah pusat. Hanya saja terkait data destinasi wisata di Bali yang sudah direkomendasikan enggan ia sebutkan. “Panitia pusat memang tidak langsung ke asosiasi Putri tapi langsung ke daya tarik wisata untuk survei,” ujarnya.

Sekjen DPP Putri Heni Smith mengatakan, selain fokus mencari peluang pada event G20, Putri telah dilibatkan dalam forum B20. Dalam forum tersebut, akan ada investor yang akan hadir sebanyak 60 investasi. “Kami sedang menjaring tempat wisata di daerah untuk ikut dalam program B20. Dan sudah ada 2 destinasi wisata dalam portal B20. Jika ada destinasi wisata yang ingin mendapatkan investor, manajemen pengelolaan, dalam ajang B20 PUTRI sudah masuk terlibat,” ungkapnya.

Baca juga:  Disiapkan Menjadi Showcase KTT G20, Gubernur Koster Dukung Penataan Hutan Mangrove

Forum yang akan dilaksanakan pada Oktober nanti akan mempertemukan investor dengan destinasi wisata. Satu investment mencapai Rp100 miliar. Dua destinasi di Indonesia yang sudah masuk adalah di Padang dan Medan.

Menurutnya, destinasi di Bali pun memiliki peluang yang besar namun saat ini sedang dilakukan kurasi. “Destinasi yang dipilih tentunya yang sudah siap secara matang, bukan yang raw (mentah),” imbuhnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN