Pekerja mengemas minyak goreng curah. (BP/Dokumen Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden Joko Widodo menekankan dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP), di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/6) untuk menjaga agar harga komoditas pangan dan energi di masyarakat bawah tetap stabil dan terjangkau. Termasuk yang disinggung adalah harga minyak goreng.

“Saya tadi menanyakan Bapak Menko Marinves, tanya juga pagi tadi kepada Pak Mendag yang baru, masih minta waktu dua minggu sampai satu bulan agar merata. Saya kira secepatnya memang harus kita usahakan harga itu bisa tercapai agar terjangkau oleh masyarakat bawah,” ujarnya dikutip dari rilisnya.

Baca juga:  Bertemu dengan PM Malaysia, Presiden Jokowi Bahas Perlindungan WNI sampai Isu Sawit

Lebih lanjut, Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah untuk memberikan subsidi kepada masyarakat dalam menghadapi peningkatan harga komoditas secara global saat ini.

“Walaupun beban fiskal kita berat, pemerintah sudah berkomitmen untuk terus memberikan subsidi kepada masyarakat bawah, baik yang berkaitan dengan BBM, pertalite, dan solar, yang berkaitan dengan gas dan listrik. Ini yang terus harus kita jaga,” ujarnya.

Untuk memberikan kelonggaran fiskal, Kepala Negara kembali menginstruksikan kementerian/lembaga dan BUMN untuk melakukan belanja secara efisien.

Baca juga:  41 Jenazah Napi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Dipindahkan

“Saya minta kepada kementerian/lembaga dan BUMN, ini melakukan efisiensi belanja yang sebanyak-banyaknya agar pemerintah memiliki kelonggaran fiskal,” ujarnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN