Coki (tengah) bersama sang ibu, Cokorda Istri Agung Surat Mirah, serta sepupunya, Devy Fortunella. (BP/nel)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Atlet Bali berhasil menyabet 3 keping medali emas, 3 perak, dan 10 perunggu selama SEA Games XXXI/2022 di Vietnam. Ketiga atlet penyumbang medali emas untuk kontingen Merah-Putih adalah karateka Cokorda Istri Agung Sanistyarani, atlet vovinam I Gusti Ayu Manik Trisna Dewi Wetan, serta petembak Dewa Putu Yadi Suteja.

Ketua Umum KONI Bali IGN Oka Darmawan, saat menjemput katateka peraih emas SEA Games, di kelas kumite -55 kg, Cokorda Istri Agung Sanistyarani, di Bandara Ngurah Rai, Selasa (24/5), menuturkan, pihaknya berharap ke depan atlet Bali lebih banyak lagi yang tampil pada hajatan multievent dua tahunan antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Perolehan medalinya pun diharapkan bisa ditambah.

Baca juga:  Judo Beregu Campuran Bali Rebut Emas

Sementara karateka yang akrab disapa Coki ini mendarat bersama sang ibu, Cokorda Istri Agung Surat Mirah, serta sepupu Coki yakni Devy Fortunella.

Coki menerangkan, libur sepekan ini dimanfaatkan mengucapkan syukur ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. “Saya mumpung libur dan pulang ke Bali, untuk sembahyang,” ungkap karateka kelahiran Klungkung, 31 Desember 1994 ini.

Pascaliburan, Coki akan menghuni pelatnas, sebab harus mengikuti event yang berikutnya, seperti AKF, Seri A, Islamic Solidarity Games, serta persiapan SEA Games di Kamboja, dan Asian Games di Guangzhou.

Baca juga:  Pebiliar Tirta Targetkan Medali di PON

Coki sendiri merebut emas kedua kalinya di SEA Games. Sebelumnya, ia juga meraih emas pada SEA Games di Malaysia 2017.

Coki gagal menyumbang medali pada SEA Games 2019 di Filipina. Yang membanggakan, di SEA Games Vietnam dirinya bisa menuntaskan dendam terhadap karateka tuan rumah, Hoang Thi My Tam, di semfinal dengan skor 5-3. “Sebelumnya, di SEAKF, saya kalah tipis 5-6 atas Hoang Thi My Tam,” kenangnya.

Baca juga:  Karateka PON Memilih Tetap Berlatih di Kuta

Coki juga tercatat 2 kali mendulang emas di PON Jabar 2016 dan Papua 2021. Hanya, untuk Pra PON 2023 maupun PON di Aceh dan Sumut 2024, dirinya belum tahu bisa turun atau tidak. “Pasalnya, batasan usia karateka PON untuk kumite 27 tahun, dan kata 30 tahun. Apakah terdapat perubahan aturan atau tidak, saya juga belum tahu?” tanya dia.

Yang jelas, Coki sudah dipastikan tidak berpartisipasi pada Olimpiade Paris 2024. “Olimpiade Paris tidak mempertandingkan karate,” ucapnya. (Daniel Fajry/balipost)

BAGIKAN