Ketua Inkindo Bali 2018-2022, Ketut Gupta menyerahkan kenang- kenangan kepada Ketua DPN Inkindo Pusat dan Ketua Kadin Bali. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) Provinsi Bali menyelenggarakan musyawarah Provinsi XI pada Sabtu (14/5) di Prime Plaza Hotel, Sanur. Musprov dengan tema “Inkindo Mendukung Implementasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Era Society 5.0” dihadiri Ketua DPP Inkindo dan Ketua Kadin Bali.

Salah satu agenda dari Musprov Inkindo adalah pemilihan Ketua Umum Inkindo Bali. Ada empat orang yang maju memperebutkan Ketua Umum Inkindo yaitu Putu Trisna Dewi, Irma, Ketut Agus Permadi, dan Palguna.

Baca juga:  Sejumlah Restoran di Bangli Dipasangi POS, Pendapatan Pajak Naik Puluhan Persen

Ketua Panitia Kadek Pranajaya mengatakan, menjadi ketua Inkindo bukan menjadi yang utama tapi untuk kemajuan Inkindo Bali ke arah lebih baik dan bermartabat.

Ketua Inkindo Bali 2018 – 2022, Ketut Gupta mengatakan, Inkindo Bali menyelenggarakan Musprov empat tahun sekali untuk pertanggungjawaban kepengurusan 2018- 2022 sekaligus memilih kepengurusan Inkindo 2022-2026. Tema Musprov yang diambil kali ini sangat tepat, karena Inkindo mendukung Implementasi Nangun Sat Kerthi Loka Bali di Era Society 5.0 yakni manusia dan teknologi akan beriringan berjalan untuk mendukung pembangunan.

Baca juga:  Jelang Pangerupukan, Ini Dilakukan Polresta

Ketua Umum Kadin Bali, Made Ariandi mengatakan, banyak hal yang harus dikerjakan Inkindo. Konstruksi yang ada di Bali harus mendapat sentuhan Inkindo agar meninggalkan ciri khas budaya Bali. “Teknologi memang hadir sangat pesat namun kearifan lokal harus menjadi penciri yang bisa membedakan Bali dengan negara lain,” ujarnya.

Ketua DPP Inkindo Peter Frans berpesan agar ketua terpilih harus siap meluangkan waktu untuk memajukan Inkindo Bali. DPN akan terus meningkatkan kualitas dengan meningkatkan peran Lembaga Sertifikasi Indonesia (LSI) demi jasa konstruksi yang berkualitas dan profesional.

Baca juga:  PPKM Darurat, PHDI Imbau "Yadnya" Digelar dengan Peserta Terbatas dan Taat Prokes

Dalam waktu dekat, ia akan segara menyosialisakan pengisian formulir LSI karena masih banyak keluhan anggota. Salah satu penyebab kegagalan yang banyak terjadi karena kesalahan minor pengisian, ia berjanji akan mengembalikan uang peserta agar bisa mengulang. (Adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *