Gubernur Bali, Wayan Koster (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Hampir empat tahun sudah Bali bergerak dengan pendekatan Bali Era Baru. Spirit visi misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menjadi pedoman tata kelola membangun Bali.

Pendekatan totalitas, komprehensif dan didasari kajian yang matang menjadi identitas kinerja. Pendekatan inilah yang dijalankan Gubernur Bali Wayan Koster dalam mengawal, menjaga dan menata budaya Bali dan peradabannya.

Sejak dilantik 5 September 2018 di Istana Presiden Jakarta, Gubernur Bali Wayan Koster dan Wakil Gubernur Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati bergerak cepat mengawal Bali. Wayan Koster, Ketua DPD PDI Perjuangan Bali melakukan terobosan nyata dalam menata Bali.

Terobosan di sektor infrastruktur sebagian sudah bisa dinikmati krama Bali dan wisatawan yang datang ke Bali. Shortcut dan pelabuhan segitiga emas, bukti nyata keberpihakan kader banteng ini terhadap tanah kelahiranya.

Bali bergerak dengan dukungan penuh dari pusat. Ini berkat kecerdasan komunikasi dan jejaring sang Gubernur Wayan Koster di kancah nasional.

Belakangan banyak Duta Besar negara sahabat juga bertandang ke Jayasabha (rumah Jabatan Gubenur Bali) mengapresiasi kinerja Gubernur Bali Wayan
Koster. Kini, memasuki tahun ketiga pemerintahan, Wayan Koster pun terus berkerja dan melangkah menata Bali.

Hambatan ekonomi, minimnya APBD dan pandemi Covid-19 bukanlah hambatan. Buktinya, ada banyak proyek infrastruktur yang akan menjadi identitas Bali sebagai padma bhuwana dunia sedang bergulir.

Penataan Kawasan Besakih, pembangunan Pusat Kebudayaan Bali dan beragam infrastruktur lainnya kini sedang bergulir. Makanya, hal wajar jika di tengah masa kepemimpinannya aspirasi terhadap Gubernur Bali Wayan Koster dua periode bergulir kencang.

Baca juga:  Dua Pembunuh WN Belanda Ditangkap, Diduga Sudah Direncanakan

Merespons aspirasi terhadap pasangan Koster-Ace, dalam menjaga dan membangun Bali, para elite PDI Perjuangan menyampaikan terima kasih. Apresiasi krama Bali ini tentu merupakan tantangan baru bagi kader PDI Perjuangan untuk totalitas menjaga Bali. ‘’Kami mengapresiasi dukungan kepada Gubenur Bali Wayan Koster dan pasangannya, Cok Ace untuk menjabat dua periode. Apresiasi ini akan kami kawal dengan kerja nyata menjaga Bali,‘’ ujar Bupati Karangasem I Gede Dana.

Gede Dana. (BP/Istimewa)

Ia mengatakan saat ini sejumlah program pembangunan di Bali tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan Gubernur Koster. Banyak pembangunan yang telah direalisasikan dan tengah berjalan hingga saat ini.

Melihat itu, Dana menganggap sosok Koster sangat visioner di dalam membangun Bali secara sekala lan niskala. Ketua DPC PDI Perjuangan Karangasem ini mengungkapkan, pihaknya sangat berharap dukungan rakyat agar kepemimpinan Wayan Koster bisa dua periode.

Karena baginya, kepemimpinan Gubernur Koster sangat berpihak kepada masyarakat Bali. Pasalnya, selama ini banyak konsep beliau melalui regulasi membangun dan menjaga Bali dengan baik secara sekala dan niskala demi ke-ajegan Bali. “Kami sangat mendukung kepemimpinan beliau bisa menjalankan roda pemerintahan di Provinsi Bali dua periode. Karena kami sangat mendukung, karena program-program yang dicetuskan beliau luar biasa untuk membangun Bali secara sekala lan niskala,” ucap Gede Dana.

Menurut Gede Dana, banyak program yang telah direalisasikan selama kepemimpinannya. Diantaranya, pembangunan penataan parahyangan kawasan Pura Agung Besakih, kemudian pembangunan pusat kebudayaan di Kabupaten Klungkung, termasuk program rencana pembangunan jalan By-pass Lingkar Bali juga akan dilaksanakan.

Baca juga:  Kembali Digelar, Serunya Mudik Bareng Sahabat Daihatsu

“Gubenur Wayan Koster membawa anggaran dari pusat untuk pembangunan di Bali. Sehingga pembangunan di Bali dilakukan untuk pemerataan. Jadi, program-program pembangunan besar sudah hampir semuanya dijalankan. Jadi, Bali memang membutuhkan sosok pemimpin seperti beliau untuk menjaga alam Bali secara sekala lan niskala,” tegasnya.

Pandangan senada juga diutarakan Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya. Bupati yang juga ketua DPC PDI Perjuangan Tabanan ini bahkan mengakui kemampuan komunikasi Gubernur Koster sangat bagus. Koordinasi dengan para bupati dan wali kota juga sangat intensif. ‘’Saya mengapresiasi terobosan Gubernur Bali Wayan Koster. Selain visioner, Gubernur juga cerdas melakukan komunikasi strategis dan membangun jejaring di tingkat pusat,’’ ujarnya.

Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM. (BP/Istimewa)

Untuk itulah, jika belakangan mulai tersuarakan aspirasi dua periode untuk Gubenur wayan koster dan Cok Ace, pihaknya menyampikan terima kasih.
Sebagai bupati Tabanan, yang baru memimpin 13 bulan, mantan Wakil Bupati Tabanan ini mengaku sudah merasakan pembangunan di wilayahnya. ‘’Regulasi yang diluncurkan Gubernur Koster sangat mendukung Tabanan menjadi lumbung pangan Bali. Bali mandiri pangan bisa kami jabarkan dengan pendekatan terukur,” jelasnya.

Tak hanya itu, penanganan sampah berbasis sumbernya, penanganan sampah plastik, kebijakan dalam bidang seni dan budaya mencerminkan keberpihakan yang totalitas dalam menjaga Bali. Kebijakan yang komprehensif dalam menjaga Bali haruslah menjadi model menjaga Bali ke depan.

Baca juga:  Lulus Pendidikan, Lari dari Mapolda Bali sampai Polres Tabanan

Jika Bali benar-benar ingin mengembalikan taksu-nya menjadi padma bhuwana dunia. ‘’Bali harus bangkit dan bergerak. Konsep pembangunan satu pulau satu tatakelola berjalan mestinya bisa kita jabarkan dengan baik. Sebagai bupati saya sangat mendukung program Gubernur Bali,’’ tegasnya.

Dukungan tak hanya datang dari Karangasem dan Tabanan. Dari Bangli, apresiasi datang dari Ketua DPRD Bangli Ketut Suastika. Ia berpendapat banyaknya aspirasi dukungan terhadap Gubernur Koster sangat wajar. Sebab, selama hampir satu periode memimpin Bali Gubernur Koster telah melaksanakan berbagai program infrastruktur yang luar biasa.


Ketut Suastika. (BP/Ist)

Khusus Bangli, Gubernur Koster juga telah banyak membantu. Suastika menyebutkan beberapa bantuan yang telah diberikan Gubernur Koster untuk Bangli, salah satunya berupa kucuran BKK hingga puluhan miliar rupiah. “Kalau tanpa adanya bantuan tersebut, Bangli dengan kemampuan anggaran yang
terbatas akan terseok-seok,” kata Suastika.

Selain berupa anggaran, Gubernur Koster juga banyak memfasilitasi Bangli untuk memperoleh dana perimbangan dari pusat. Gubernur Koster juga memperjuangkan Bangli ke pemerintah pusat kaitan pengelolaan geopark Batur. “Banyak sekali bantuan dari bapak Gubernur untuk Bangli,” kata Suastika.

Karenanya, Suastika sangat mendukung kepemimpinan Gubernur Koster bisa terus berlanjut. “Sudah barang tentu saya sebagai pribadi dengan melihat prestasi-prestasi beliau yang luar biasa, mendukung agar kepemimpinan bapak gubernur
bisa berlanjut dua periode. Kalau bisa tiga periode atau lebih,” kata politisi PDI-P asal Desa Peninjoan itu.

Tentunya ia siap mengawal dan memenangkan kembali Gubernur Wayan Koster. (kmb/balipost)

BAGIKAN