I Wayan Wijana. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Badung menerjunkan tim yang terdiri dari dokter hewan dan petugas vaksinasi rabies ke Pantai Berawa. Langkah ini dilakukan untuk mengumpulkan keterangan dan informasi serta melakukan analisa terkait penyebab kematian anjing di seputar kawasan pantai yang ada di Kuta Utara, tepatnya di Desa Tibubeneng.

Kepala Dispertan Badung, I Wayan Wijana, Kamis (7/4) mengungkapkan bahwa jauh sebelum kejadian ini pihaknya bersama tim telah turun bersama untuk menindaklanjuti keluhan warga terhadap banyaknya anjing liar di sekitar Pantai Berawa dan kawasan pura setempat. Pihaknya juga sekaligus melakukan kegiatan vaksinasi rabies. “Pada saat tim turun memang ditemukan beberapa anjing yang dibawa oleh pemiliknya dan anjing yang berkeliaran, namun menurut keterangan warga ada pemiliknya,” katanya, Kamis (7/4).

Baca juga:  Tiga Kabupaten Ini Laporkan Total Kasus COVID-19 Baru Capai 104 Orang

Menurutnya, secara klinis memang ada beberapa jenis penyakit yang sering menyerang anjing yang disebabkan oleh sejenis virus seperti parvo, distemper, rabies ataupun disebabkan oleh parasit seperti scabies, demodex (gudig) dan cacingan. Namun, berdasarkan pengalaman penyakit tersebut di atas jarang sampai menyebabkan kematian secara massal. “Begitu mendapat informasi tentang kejadian di Pantai Berawa kami langsung menurunkan tim untuk menganalisis penyebab kematian dan mengambil langkah preventif jika kematian anjing itu disebabkan oleh salah satu penyakit yang biasa menyerang anjing,” jelasnya.

Baca juga:  Karangasem Catatkan Tambahan Pasien COVID-19 Meninggal

Dalam hal penertiban anjing liar, pihaknya memang sangat ekstra hati-hati, karena saat ini telah banyak warga yang peduli dengan keberadaan anjing liar. Oleh karena itu, tim penertiban selalu berkoordinasi dengan aparat setempat serta bekerja sama dengan LSM penyayang anjing untuk diadopsi ataupun di relokasi ke tempat penampungan (shelter). “Langkah eliminasi terpaksa dilakukan hanya jika ada indikasi rabies ataupun mengancam keselamatan warga,” tegasnya. (Parwata/balipost)

Baca juga:  Kasus COVID-19 Bali Masih Tambah 2 Digit
BAGIKAN