Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda. (BP/kmb)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gagasan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali menggelar Pameran IKM Bali Bangkit yang dipimpin Ny. Putri Suastini Koster telah mampu membangkitkan ekonomi Bali di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya, produk kerajinan IKM yang dipajang di pameran IKM Bali Bangkit seluruhnya merupakan kerajinan khas Bali yang mencerminkan identitas seni dan budaya dari setiap Kabupaten/Kota Se-Bali.

 

Pameran IKM Bali Bangkit ini telah menjadi wadah pembinaan bagi upaya pelestarian kerajinan tradisional khas Bali. Hal ini diungkap Ketua Umum DPD Iwapi Bali, Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda, Wakil Ketua Umum 5 DPD Iwapi Bali, Nyoman Hartini, S.H., dan Manajer Koperasi Perempuan Ramah Keluarga (KPRK), Dra. Anak Agung Rai Tirtawati M.Si., dalam Dialog Merah Putih “Pameran IKM Bali Bangkit, Membangkitkan Ekonomi Bali” di Warung 63 Denpasar, Rabu (6/4).

Ketua Umum DPD Iwapi Bali, Dr. A.A.A. Ngurah Tini Rusmini Gorda mengatakan bahwa Pameran IKM Bali Bangkit 2022 merupakan pameran tahun ketiga yang dilaksanakan Dekranasda Bali bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Bali. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan Pameran IKM Bali Bangkit ini terus dan semakin eksis. Sebab, selain mendapat sambutan hangat dari masyarakat, juga karena produk kerajinan yang dipamerkan merupakan hasil dari para pelaku IKM masyarakat Bali.

Baca juga:  PTM, Didambakan Tapi Perlu Dipantau

Selain itu, ini juga menunjukkan bahwa Dekranasda Bali sudah melaksanakan perannya dalam mengakomodir IKM yang ada di Provinsi Bali. Bahkan, melalui pameran ini telah memberikan semangat dan dorongan bagi IKM lainnya untuk bisa menghasilkan produk kerajinan yang bisa dipamerkan di Pameran IKM Bali Bangkit. Secara otomatis mampu memberikan peluang lapangan kerja bagi masyarakat Bali. “Kami melihat para pelaku IKM yang terlibat dalam Pameran IKM Bali Bangkit ini merupakan hasil kurasi, sehingga produk-produk yang ditampilkan sudah berkualitas, baik dari segi bahan, inovasi, maupun lainnya. Melalui pameran IKM Bali Bangkit ini telah mampu membangkitkan ekonomi Bali di tengah pandemi Covid-19,” ujarnya.

Baca juga:  Tumpek Kuningan Sebagai Pemuliaan Atma Kerthi

Wakil Ketua Umum V DPD Iwapi Bali, Nyoman Hartini, S.H., menambahkan bahwa tujuan lain dari Pameran IKM Bali Bangkit adalah untuk promosi produk kerajinan IKM masyarakat Bali. Bahkan, Iwapi telah bersinergi dan dilibatkan menjadi model fashion show untuk memperkenal produk kerajinan tersebut. Selain itu, Iwapi juga berperan mempromosikannya via online. Sebab, disadari daya beli masyarakat Bali saat ini sedang lemah akibat hantaman pandemi Covid-19 yang menyebabkan pariwisata Bali mati suri.

“Kami mencoba memaksimalkan kemampuan dalam hal mempromosikan secara online, semua produk-produk yang kami fashion show-kan kami lelang secara online melalui instragram. Dan terbukti banyak yang order karena melihat peragaan fashion show tersebut, tidak hanya di Bali namun hingga keluar daerah, karena followers instagram kami diikuti oleh seluruh anggota Iwapi seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Baca juga:  Kunjungi Pameran IKM Bali Bangkit, Mensos Risma Jatuh Hati dengan Endek

Dengan demikian, lanjutnya, Pemeran IKM Bali Bangkit ini benar-benar menjadi wahana memperkenalkan sekaligus memasarkan hasil kerajinan IKM masyarakat Bali. “Kami sebagai pelaku ekonomi melihat memang harus melakukan segala cara untuk membangkitkan ekonomi Bali, dan Pameran IKM Bali Bangkit ini adalah cara yang tepat untuk membangkitkan ekonomi Bali di masa pandemi Covid-19,” tandasnya.

Manager KPRK, Dra. Anak Agung Rai Tirtawati M.Si., mengatakan  para pelaku UMKM yang tergabung dalam KPRK telah dibina dan dipromosikan produk-produknya. Begitu juga dengan dilaksanakannya Pameran IKM Bali Bangkit telah memberikan ruang kepada anggota KPRK untuk memamerkan produk-produk mereka.

Ia berharap kepada Ketua Dekranasda Provinsi Bali agar lebih banyak memfasilitasi para pelaku UMKM yang tergabung dalam KPRK. Sehingga dapat menambah dan meningkatkan usaha-usaha kreatif berkualitas mereka. Karena ada sejumlah UMKM yang masih baru berkembang. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *