I Kadek Andrey Nova Prayada. (BP/ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pesilat Bali I Kadek Andrey Nova Prayada, berhasil merebut medali emas, di kelas D, setelah di final menaklukkan atlet tuan rumah Muhammad Riansyauqi Bin Mistam, pada ajang ‘SEA Pencak Silat Championship’, di Singapura, 24-28 Februari 2022. Sepulang dari Singapura, Kadek Andrey masih berlatih di pelatnas Jakarta, dan akan balik lagi ke Bali.

Kadek Andrey yang dikontak Jumat (4/3), mengemukakan, dirinya baru pertama kali berlaga membawa nama bangsa dan negara, di kancah internasional, dan bersyukur bisa menyabet emas. “Astungkara, saya pertama kali mengibarkan bendera Timnas Merah-Putih di luar negeri, dan bersyukur bisa mendukang emas,” ucapnya.

Baca juga:  Curi Ratusan Gram Emas, Tukang Celup Benang Dibekuk

Skuad timnas Merah-Putih pada kejuaraan pencak silat se-Asia Tenggara ini, membawa pulang 3 emas, 3 perak, dan 3 perunggu. Dia mengisahkan, meskipun dirinya merebut emas, tetapi penampilannya tetap perlu di evaluasi.

Kadek Andrey mencontohkan, pertama kali berlaga di atas matras merasa nervous. “Saya akui tetap dihinggapi perasaan nervous, walaupun pada akhirnya menambah kepercayaan diri (self confidence), sebab juara,” sebut dia.

Kedepan, Andrey bakal melakukan interospeksi dan evaluasi terhadap penampilannya. “Apalagi, di laga pamungkas meladeni pesilat tun rumah Singapura yang senior, dan sarat pengalaman,” ucapnya.

Baca juga:  Dihipnotis, Jero Mangku Kehilangan Perhiasan Emas dan Uang

Andrey menilai, event SEA Pencak Silat Championship sebagai ajang try-out, mengingat dirinya dipersiapkan turun, pada Kejuaraan Dunia di Malaysia, Juli 2022. “Dalam waktu dekat ini, saya balik ke Bali, dan kembali berlatih di padepokan Satria Muda Indonesia (SMI) Bali, di Kalimutu Denpasar,” terangnya.

Ia juga menunggu panggilan lagi, seandainya ada event yang harus diikutinya. Selain Andrey, pesilat Bali yang masuk timnas Kejuaraan Dunia, yakni Kadek Wahyu Rihartana Giri (kelas G), serta I Putu Anom Wiraguna dan I Kadek Nyeneng Wijaya (ganda putra). (Daniel Fajry/Balipost)

Baca juga:  Pertemuan IMF-WB, Bali Dapat Banyak Manfaat
BAGIKAN