Sejumlah wisatawan nusantara berjalan-jalan di Pantai Seminyak, Badung saat libur akhir tahun 2021. (BP/Hendri Febriyanto)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Masih minimnya penerbangan langsung ke Bali, karantina, visa dan jaminan masih menjadi isu utama yang dihadapi untuk mendatangan wisatawan mancanegara. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno meminta Bali mengganti sementara target market menjadi wisatawan nusantara (Wisnu).

Sebab, ia mengatakan ada USD 11 miliar per tahun yang dibelanjakan wisatawan Indonesia di luar negeri. Ia pun meminta ekosistem pariwisata di Bali mengarahkan produk dan programnya untuk Wisnu.

Baca juga:  Diduga Gelapkan Iuran BPJS Rp 1,3 Miliar, Pradana Diadili

“Kita launching produk di Indonesia tapi butuh kerja sama dengan seluruh ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali dan wilayah lain dan kita sedang rumuskan agar kualitas wisatawan yang datang baik, serta wisatawan nyaman berwisata dengan COVID-19 yang terkendali,” ujarnya, Sabtu (15/1) saat mengunjungi UMKM Bali Bangkit di Bandara Internasional Ngurah Rai.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan Kemenparekraf menyiapkan langkah dan tim khusus untuk menyikapi Bali yang sudah siap menerima Wisman. Ia menyebut akan ada rapat koordinasi. “Mudah-mudahan ada kebijakan baru supaya juga bisa mendorong wisatawan mancanegara ke Bali,” ujarnya.

Baca juga:  Sehari 30 Ribu Wisdom Masuk, Bali Diminta Bersiap Hadapi Meningkatnya Kunjungan Akhir Tahun

Dengan adanya Omicron, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan. Oleh karena itu penerimaan wisman juga sangat. “Karena mayoritas Omicron yang ada di tengah kita sekarang ini dari  pelaku perjalanan luar negeri. Ini harus kita sikapi dan waspadai, tingkatkan prokes, vaksinasi dan booster terutama pada anak-anak di bawah sebelas tahun agar kasus COVID-19  tidak mematikan upaya kita membangkitkan ekonomi Bali,” ujarnya. (Citta Maya/balipost)

Baca juga:  Menparekraf Kembali Ungkapkan Tak Mau Andalkan Wisman, Kejar Kualitas Dibanding Kuantitas
BAGIKAN