Anak-anak dari Jawa Timur diamankan Satpol PP Tabanan pada Kamis (6/1) karena kedapatan tidur di emperan toko. (BP/Istimewa)

TABANAN, BALIPOST.com – Empat orang anak di bawah umur asal Jawa Timur (Jatim) diamankan petugas Satpol PP Tabanan. Mereka ini tidur di emper toko berjaringan di jalan By-pass Ir Soekarno, tepatnya perempatan RS Kasih Ibu Tabanan, Kamis (6/1).

Saat dilakukan pendataan dan pembinaan di Dinas Sosial kabupaten Tabanan, mereka mengaku nekat datang ke Bali dengan menumpangi truk yang melintas. Bahkan, untuk bisa lolos saat penyeberangan, mereka mengendap-endap di samping truk yang hendak naik ke kapal menghindari pengawasan petugas.

Baca juga:  Dari Ngaku Dikeroyok di Lapangan Lumintang hingga Belasan Kasus COVID-19 Baru

Keempat anak, terdiri dari dua perempuan dan dua laki-laki yang diketahui telah putus sekolah dari SD maupun SMP ini yakni, SA (15) asal Mojokerto, dan tiga rekannya asal Sidoarjo masing-masing LN (15), TDP (15) dan MAM (16) diamankan oleh petugas Satpol PP sekitar pukul 10.00 WITA.

Saat itu petugas melakukan patroli rutin dan mendapati keempat anak ini tidur di emper toko. Mereka pun kemudian dibawa ke Dinas Sosial untuk dilakukan pembinaan dan pendataan. “Pengakuan mereka, saat itu menunggu temannya lagi 8 orang yang sudah masuk Negara, dan mereka ini berangkat dari Jawa kemarin (Rabu) malam sekitar pukul 08.00 sampai di Tabanan pukul 06.30, lalu oleh petugas diamankan sekitar pukul 10.00 WITA dan dibawa ke sini untuk dilakukan pembinaan,” jelas Kepala Dinas Sosial Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan.

Baca juga:  DPRD Bali Dijaga Ketat, Tak Ada Tanda-Tanda Massa Aksi Tolak Omnibus Law

Gunawan melanjutkan, terhadap empat orang remaja tersebut juga telah dilakukan pendataan dan pembinaan. Apalagi dari pengakuan mereka, memang tidak memiliki tujuan dan rencana yang jelas sehingga diamankan.

Selain itu, pihak tim yustisi dan Dinsos sendiri juga memiliki pertimbangan agar nantinya mereka ini tidak menimbulkan masalah sosial lainnya. “Mereka akan diserahkan ke Dinas Sosial Propinsi Bali karena merupakan lintas Propinsi dan alam dipulangkan ke rumah asalnya masing-masing namun tentunya akan difasilitasi oleh Provinsi Bali, dan sebelum kita kirim ke Provinsi, mereka juga telah jalani rapid tes antigen di Puskesmas III,” jelasnya. (Puspawati/balipost)

Baca juga:  Jerinx Tegaskan Dirinya Bukan Cengeng, Justru Lontarkan Sindiran Ini
BAGIKAN