Petugas memeriksa hasil tes PCR salah satu penumpang di terminal keberangkatan domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Kamis (28/10). Pemerintah menerapkan tes PCR sebagai syarat wajib untuk dapat melakukan perjalanan udara. (BP/Eka)

JAKARTA, BALIPOST.com – PT Angkasa Pura I (Persero) mencatat pertumbuhan trafik penumpang sebesar 47,2 persen pada Oktober 2021. Jumlahnya mencapai 2.860.812 pergerakan penumpang, dibanding September 2021 sebanyak 1.943.424 penumpang.

Direktur Utama AP I Faik Fahmi, dikutip dari Kantor Berita Antara, Selasa (9/11), mengatakan selepas masa PPKM Darurat pada Juli 2021, trafik penerbangan terus mengalami pertumbuhan. “Pelonggaran syarat perjalanan udara sejak September dan Oktober berdampak pada peningkatan trafik penerbangan,” katanya.

Faik mengatakan Bandara yang mencatat trafik penumpang tertinggi pada Oktober adalah Bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang sebesar 664.514 pergerakan penumpang. Sedangkan tertinggi kedua terdapat di Bandara Juanda Surabaya yang sebesar 570.487 pergerakan penumpang.

Baca juga:  Demokrat Minta Bupati Beri Sanksi ke Tujuh OPD

Tertinggi ketiga adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Trafiknya sebesar 464.840 pergerakan penumpang.

Ia mengungkapkan pertumbuhan juga terjadi pada trafik pesawat pada Oktober 2021 yang tumbuh 31,4 persen, dari semula 23.379 pergerakan pesawat pada September 2021 menjadi 30.730 pergerakan pesawat pada Oktober 2021.

Begitu juga dengan trafik kargo dari 35.589.981 kg pada September, menjadi 39.028.581 kg pada Oktober 2021, atau tumbuh sebesar 9,6 persen.

Sementara itu, total trafik penerbangan di 15 bandara Angkasa Pura I sejak Januari hingga Oktober 2021 yaitu 21.255.164 pergerakan penumpang, 258.698 pergerakan pesawat, dan 340.981.684 kg kargo.

Baca juga:  Berlubang, Jalan Darmawangsa Kampial Ditanami Pohon

“Walaupun begitu, penerapan protokol kesehatan di seluruh bandara Angkasa Pura I tetap dilakukan dengan ketat dan sesuai prosedur,” ujarnya.

Adapun pada Oktober 2021, AP I melayani penumpang rata-rata 92.284 penumpang per hari di 15 bandaranya.

Meskipun mengalami pertumbuhan rata-rata penumpang harian dibanding September lalu yang hanya 64.780 penumpang per hari, namun peningkatan tersebut masih belum dapat menyamai dengan rata-rata trafik harian pada masa sebelum penerapan PPKM Darurat, khususnya perode 18 Mei – 2 Juli, di mana rata-rata trafik penumpang harian mencapai 119.845 penumpang per hari.

Baca juga:  Deklarasi Dharma-Kerta Cari Hari Baik

Ia menambahkan seiring dengan pelonggaran syarat mobilitas masyarakat, khususnya menggunakan transportasi udara, serta di tengah penurunan kasus Covid-19 dan 200 juta vaksin Covid-19 yang telah disuntikkan per 5 November lalu, diharapkan trafik penerbangan terus mengalami peningkatan hingga akhir tahun.

“Perhelatan ajang balap motor internasional World Superbike 2021 di Mandalika pada 19 hingga 21 November diharapkan juga meningkatkan trafik penerbangan dan memulihkan pariwisata Lombok,” pungkasnya. (kmb/balipost)

BAGIKAN