Istri nelayan yang hilang di perairan Bunutan menangis saat menunggu kabar keberadaan suaminya. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Proses pencarian korban nelayan hilang, yakni I Wayan Koti Arta saat mencari ikan di perairan laut Bunutan, Abang, Kabupaten Karangasem masih terus dilakukan. Bahkan, anak korban yakni I Kadek Sumitra sempat melakukan pencarian ayahnya di tengah laut selama 2 jam.

Sumitra menceritakan dirinya bersama sang ayah turun mencari ikan sekitar pukul 04.30 WITA. Setelah selama satu jam berada di tengah laut, tiba-tiba perahu dihantam gelombang yang cukup besar, sehingga membuat perahu menjadi oleng dan ayahnya jatuh ke laut. “Gelombang saat itu cukup besar mencapai sekitar tiga meter,” katanya.

Baca juga:  Soal Kontroversi AWK dan Hare Krisna, Ini 7 Poin Pernyataan Sikap MDA

Saat perahu dihantam gelombang, ayahnya berada di depan, sedangkan dirinya di belakang. “Setelah perahu oleng saya liat ayah sudah jatuh ke laut. Sempat mau diambil, tapi tidak dapat,” ucapnya.

Melihat ayahnya jatuh ke tengah laut, Sumitra berusaha untuk melakukan proses pencarian di arel tersebut. Hanya saja, ayahnya tidak kunjung ditemukan. “Pencarian saya selama dua jam sampai di perairan Gili Selang, tapi ayah tidak ditemukan. Karena tak ketemu, saya selanjutnya kembali ke pesisir untuk meminta bantuan kepada nelayan lain untuk mencari ayah. Sempat dicari lagi, tapi belum juga ketemu sampai sekarang,” jelasnya.

Baca juga:  Tinggal di Kawasan Batur, Warga Harus Pahami Risiko Bahaya Geologinya

Berdasarkan pantauan di lokasi, warga maupun kerabat korban terus berdatangan ke pesisir Perairan Banyuning. Istri korban tidak kuasa menahan air mata, bahkan istri korban menangis secara histeris atas kejadian ini.

Sejumlah kerabat, berupaya menenangkan istri korban. Selain istri korban, menantu dan anak korban juga ikut menangis. Mereka sesekali termenung dan menangis tanpa suara meratapi kejadian itu. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *