Bupati Suwirta saat mencoba inovasi Sim onTa. (BP/Ist)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Klungkung menambah inovasi baru, Rekam Medis Elektronik (RME) dan Sistem Informasi Medis on Tablet (Sim-onTa). Inovasi ini resmi dilaunching Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta di Aula RSUD Klungkung, Jumat (24/9).

“Saya tidak akan pernah berhenti mengawal Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Klungkung melakukan inovasi, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Klungkung dan sekitarnya,” ujar Bupati Suwirta dihadapan jajaran RSUD Klungkung.

Bupati menambahkan, inovasi ini agar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh jajaran rumah sakit. Data rekam medis yang sebelumnya tercatat secara manual, bisa disalin ke dalam e-rekam medis ini.

Baca juga:  RSUD Klungkung Ajukan Klaim 25 Pasien COVID-19, Karena Ini Pusat Hanya Loloskan Satu

Dengan adanya inovasi tersebut, Bupati Suwirta berharap RSUD Klungkung bisa menuju paperless atau meminimalisir penggunaan kertas. “Dokter, perawat dan Pegawai RSUD Klungkung harus mengikuti perkembangan teknologi guna memberikan layanan lebih baik kepada masyarakat,” ajak Bupati Suwirta.

Direktur RSUD Klungkung dr. I Nyoman Kesuma, MPH dalam laporannya menyampaikan bahwa pengelolaan sistem manajemen informasi RSUD Klungkung dikelola oleh bagian teknis beserta instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) & IT. RSUD Klungkung juga menyadari dan secara bertahap telah beralih/ konversi dengan penyediaan sarana informasi medis yang diakses langsung oleh pada Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) berupa tablet sehingga permintaan informasi dapat bersifat mobile dan dapat diakses dan diberikan setiap saat. Inovasi ini diberikan nama Sistem Informasi Medis on Tablet (SIM OnTa).

Baca juga:  Menkes Sebut Dua Kasus Varian Baru COVID-19 Kembali Ditemukan

Nyoman Kesuma menyampaikan, bahwa rekam medis elektronik dari aspek administratif, bermanfaat sebagai tempat penyimpanan informasi secara elektronik mengenai data kondisi kesehatan dan data layanan kesehatan yang diperoleh pasien sepanjang hidupnya. Dari aspek pengguna, penerapan Rekam Medis Elektronik memberikan manfaat kepada dokter dan petugas kesehatan Profesional Pemberi Asuhan (PPA) dalam mengakses informasi pasien dan membantu dalam pengambilan keputusan klinis.

Dokter Spesialis Gigi Drg. Made Deby Artika, Sp, Perio menyampaikan secara pribadi dengan adanya rekam medis elektonik, sangat membantu dirinya dalam memberikan pelayanan. Dan saya berharap dengan adanya E-Rekam Medis harus didukung dengan jaringan yang memadai. “Jangan sampai sudah ada aplikasi tetapi tidak didukung oleh jaringan yang memadai,” ujarnya. (adv/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *