Kelanjutan pembangunan mall pelayanan publik di Jembrana dihentikan sementara. (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Sebelum pembahasan APBD Perubahan 2021, Pemerintah Kabupaten Jembrana telah melakukan upaya mengerem anggaran fisik. Anggaran itu selanjutnya direfocusing untuk penanganan COVID-19, termasuk bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat.

Sejumlah proyek besar, seperti kelanjutan pembangunan Mall Pelayanan Publik, dihentikan sementara. Begitu juga anggaran ke luar daerah dan peringatan HUT Kota dan HUT RI dialihkan.

Hal itu ditegaskan Bupati Jembrana I Nengah Tamba ketika ditanya wartawan terkait kelanjutan proyek fisik di APBD Perubahan 2021, Rabu (4/8). Diakui, masih ada beberapa proyek fisik itu nilainya kecil dan urgent. “Kita sudah dari awal sebelum PPKM dimulai, merefocusing anggaran fisik, salah satunya mall pelayanan publik. Kita rem dulu dan alihkan untuk penanggulangan COVID-19. Untung kita rem, hampir persiapan tender,” ujar Bupati Tamba.

Baca juga:  Kampus Bisa Ambil Peran Strategis Kembangkan UMKM Masa Depan

Kebijakan itu ternyata memang bermanfaat karena daerah masih memiliki cadangan anggaran. Kalau tidak, menurutnya sudah habis anggaran tidak bisa digunakan untuk penanggulangan COVID-19.

Selain pembangunan mall yang direm, menurutnya juga menyisir acara 17 Agustus dan HUT Kota, serta perdin dan ATK. “Nanti kita acarakan sederhana, sesuai protokol dari atas. Potong tumpeng dan sembahyang. Kita juga akan lakukan pembekalan secara daring seluruh ASN, kita masih mencari motivator,” terangnya.

Baca juga:  Buka PTM, Bupati Tamba Monitoring dan Ingatkan Wajib Disiplin Prokes 

Sedangkan untuk serapan anggaran, menurutnya, di triwulan kedua ini telah mencapai 40 persen. Dan Bupati meyakini akan selesai di akhir waktu.

Menurutnya untuk pembahasan memang agak cukup panjang. Salah satunya keinginan daerah untuk mencari formula apakah tender ataukah swakelola.

Pemerintah menginginkan agar masyarakat Jembrana nantinya bisa ikut bekerja dari sektor fisik ini.  Bilapun tender dimenangkan dari luar, harapannya pekerja dari masyarakat Jembrana. “Masa COVID-19 ini situasi yang sangat berbeda, kita harus berfikir out of the box. Bagaimana ekonomi masyarakat tetap berjalan,”  pungkas Bupati Tamba. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *