Sandiaga Salahuddin Uno. (BP/dok)

JAKARTA, BALIPOST.com – Dana hibah pariwisata serta Bantuan Insentif Pemerintah (BIP) 2021 akan dipercepat distribusinya. Keduanya untuk membantu pebisnis pariwisata dan ekonomi kreatif terdampak pandemi COVID-19. Demikian dikemukakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno, Senin (12/7), dikutip dari Kantor Berita Antara.

Ia mengungkapkan dana hibah pariwisata yang akan dibagikan berjumlah Rp 3,7 triliun. Sementara untuk dana BIP 2021 dianggarkan sebesar Rp 60 miliar dan masih dalam tahapan seleksi dan kurasi penerima insentif.

Baca juga:  Disebut Masukkan Nama ke BPNK Indonesia Adil Makmur, Yenny Enggan Memastikan

“Kami terus berupaya agar dana tersebut bisa dialokasikan dengan tepat sasaran, tepat manfaat, dan berkeadilan, serta menyentuh mayarakat yang membutuhkan,” katanya.

Selain dua bentuk bantuan itu, Kemenparekraf juga menyiapkan usulan bantuan baru bernama Bantuan Pemerintah Khusus (Banpersus) yang diharapkan disetujui sehingga dapat memberikan dorongan kepada pegiat parekraf yang betul-betul terdampak pandemi COVID-19.

Di samping itu, bantuan itu diharapkan bisa diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas layanan dan penerapan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Enviromental Sustainability). Sandi mengatakan Kemenparekraf akan terus memberikan pelatihan dan pendampingan secara digital meski di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Baca juga:  Presiden Larang Masyarakat Mudik

Para pelaku parekraf diajarkan agar bisa produktif dan menghasilkan produk-produk kreatif meski tetap berada di dalam rumah mengikuti PPKM darurat.

Di tengah PPKM darurat, Kemenparekraf berharap agar para pelaku parekraf dapat menaati aturan yang berlaku guna mempercepat penurunan angka penyebaran kasus COVID-19 yang akhir-akhir ini terus meningkat.

Kemenparekraf bahkan menunda dua programnya yaitu “Work From Bali” dan Wisata Vaksin demi mendorong aturan PPKM darurat yang mengharuskan orang menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. “Saat ini memang terasa seperti pil pahit, ini tentu masa- masa sulit, Tapi kita berharap ini tidak akan menjadi sesuatu yang berkepanjangan. Tentu setelah angka COVID-19 berhasil kembali dikendalikan sektor parekraf bisa kembali menggeliat,” kata Sandi. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *