Sosialisasi Jalan Tol yang digelar di Desa Mendoyo Dauh Tukad, Selasa (8/6). (BP/Istimewa)

NEGARA, BALIPOST.com – Sosialisasi persiapan penetapan lokasi (penlok), terkait Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi berlanjut pada Selasa (8/6). Sosialisasi di Wantilan Kantor Desa Mendoyo Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo, minim dihadiri warga yang diundang.

Dari total undangan 191 orang untuk obyek tanah di Desa Mendoyo Dauh Tukad dan Desa Pohsanten, yang hadir 97 orang. Rinciannya, 67 orang dari total 119 undangan di Desa Mendoyo Dauh Tukad dan 35 orang dari Desa Pohsanten dengan jumlah undangan 72.

Baca juga:  Musim Hujan Tiba, Ini Titik Rawan Banjir di Badung

Kepala Desa Pohsanten, I Gusti Agung Sultra mengatakan yang datang dalam sosialisasi hanya 35 orang. Hal itu dikarenakan nama yang terdata berikut bidang tanah ada yang double. Begitu halnya ada warga yang tidak diketahui keberadaannya berdasarkan undangan.

Ada juga warga yang sudah bukan pemilik lahan yang dimaksud (tanah sudah dijual). Sementara pembeli tanah itu tidak diketahui dimana dan kemungkinan memang bukan warga Desa Pohsanten.

Sultra mengharapkan nantinya di sosialisasi berikutnya sekaligus pendataan awal, dilakukan pengkajian ulang.

Baca juga:  Beredar Kabar WN Belanda Masuk Bali Tak Patuhi Kewajiban Karantina 14 Hari, Ini Kata Imigrasi

Hal serupa juga diungkapkan Perbekel Mendoyo Dauh Tukad, I Gusti Putu Ediana. Menurutnya, undangan tidak bisa disebarkan ke seluruh data yang diterima karena beberapa kendala. Seperti, nama yang tertera salah dan banyak warga yang tidak dapat undangan, padahal semestinya terkena lintasan jalan tol.

Kemudian juga kendala pemilik lahan yang diundang sudah beralih status kepemilikan, tetapi belum dibalik nama. Dan sebagian besar pembeli itu tidak diketahui alamatnya. “Ini kendala kami di lapangan untuk membagikan. Pemilik baru itu tidak diketahui siapa, sudah beralih kepemilikan. Sejak desa tidak dilibatkan dalam transaksi jual beli di notaris, susah kami melacak siapa pemilik lahannya,” katanya.

Baca juga:  Mayat Pedagang dengan Mulut Tersumpal dan Tangan Diikat Gegerkan Penarukan

Selain di Mendoyo, sosialisasi jalan tol juga dilakukan di Kecamatan Pekutatan. Masih banyak warga sesuai undangan yang tidak hadir.

Camat Pekutatan, I Wayan Yudana mengungkapkan adanya kendala di lapangan dan perlunya validasi data lagi di tiap desa yang terlintasi jalan tol. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *