Bulan purnama terang memerah dan besar saat fajar jelang terjadi gerhana bulan dan fenomena Supermoon terlihat di atas langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Senin (21/1/2019). (BP/Antara)

DENPASAR, BALIPOST.com – Fenomena gerhana bulan total perigee (Super Blood Moon) bisa kembali disaksikan di wilayah Indonesia, Rabu (26/5) besok. Bahkan, puncak gerhana dapat diamati dari hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk wilayah Bali.

“Di Provinsi Bali gerhana bulan total perigee atau Super Blood Moon dapat terlihat pada pukul 19.09 WITA dan puncak gerhana pada pukul 19.18 WITA,” ujar Koordinator Sub Bidang Pengumpulan dan Penyebaran BBMKG Wilayah III Denpasar, Dwi Hartanto, S.Si.,M.DM., Selasa (25/5).

Baca juga:  Sistem Hybrid akan Diterapkan PLN untuk Crossing Jawa-Bali

Dijelaskan, Gerhana bulan merupakan peristiwa terhalanginya sinar Matahari oleh Bumi, sehingga tidak semuanya sampai ke Bulan. Gerhana Bulan Total terjadi pada saat posisi Matahari-Bumi-Bulan sejajar.

Hal ini terjadi saat Bulan berada di umbra Bumi, sehingga saat puncak gerhana bulan total terjadi, Bulan akan terlihat berwarna merah atau dikenal dengan istilah Blood Moon. “Mengacu pada posisi Bulan saat terjadi gerhana berada di posisi terdekat dengan bumi, Bulan akan terlihat lebih besar dari fase-fase purnama biasa, sehingga disebut Super Moon. Oleh karena itu, Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021 disebut Super Blood Moon, karena terjadi saat bulan di Perigee,” jelasnya.

Baca juga:  Gunung Agung Erupsi, Kolom Abu 1.000 Meter

Dikatakan, BMKG Wilayah III Denpasar akan melakukan pengamatan Gerhana Bulan Total pada 26 Mei 2021 di halaman kantor BBMKG Wilayah III Denpasar. Bagi masyarakat/media yang mau bergabung dalam pengamatan ini harap untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) 5M, yaitu Memakai masker, Mencuci Tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Membatasi mobilisasi dan interaksi. (Winatha/balipost)

BAGIKAN