Atlet sedang berlatih di tengah pandemi COVID-19. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Guna menumbuhkan prestasi olahraga, Komisi III DPRD Klungkung menggagas inovasi “Sikepo” (Sekolah Inovasi Kelas Prestasi Olahraga). Inovasi ini menempatkan satu kelas khusus di beberapa sekolah sebagai tempat untuk menjaring bibit atlet berprestasi pada semua cabor.

dinas Pendidikan Klungkung pun menyambut baik inovasi ini dan segera menerapkannya pada 4 sekolah di seluruh kecamatan. Anggota DPRD Klungkung dari Komisi III Komang Suantara, Jumat (7/5), mengatakan inovasi ini digagas sebagai upaya untuk menjaga persaingan seluruh cabor dengan daerah lain.

Sehingga Klungkung secara konsisten tetap mampu kompetitif pada seluruh cabor dalam setiap event olahraga. “Kami sangat antusias dengan inovasi ini. Bahkan sampai datang ke kementerian terkait untuk menanyakan regulasi hingga juklak juknisnya. Kami ingin pembinaan atlet bisa dilakukan sejak dini mulai dari sekolah,” kata Suantara.

Baca juga:  Pengungsi di GOR Swecapura, Mulai Alami Gangguan Kesehatan

Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Ketut Sujana, mengatakan inovasi ini digulirkan di 4 sekolah di setiap kecamatan, masing-masing di SMPN 1 Semarapura, SMPN 1 Banjarangkan, SMPN 1 Dawan dan SMPN 1 Nusa Penida. Di setiap sekolah sementara akan dilakukan pembinaan untuk 4 cabor berbeda.

Cabor apa saja itu, setiap sekolah akan berbeda-beda. Penentuan cabor mana saja di setiap sekolah, kata Sujana, sedang digodok Disdik Klungkung.

Agar proses pembinaan itu efektif dan mampu menunjuang prestasi olahraga daerah. “Sementara 4 cabor (cabang olahraga) saja dulu. Sebab, kami harus menyiapkan tenaga pelatih yang profesional dan sarana operasionalnya. Nanti sambil jalan akan terus berkembang,” kata Sujana.

Baca juga:  Presiden Nantikan Lagu Indonesia Raya Berkumandang di SEA Games Malaysia

Komisi III DPRD Klungkung selalu mendorong agar semua cabor nanti bisa masuk dalam proses pembinaan di setiap sekolah. Bukan hanya 4 cabor saja.

Bahkan, Komisi III siap nanti memperjuangkan proses penganggaran di lembaga dewan dalam fungsi budgeting. Minimal sebagai langkah awal, setengah dari seluruh cabor setidaknya bisa masuk ke dalam inovasi ini. Khususnya, yang aktif mampu menyumbang mendali dalam setiap event olahraga. Maka, tenaga pelatihnya harus segera disiapkan.

Baca juga:  Diva dan Saka Turun di Kejuaraan MX GP

Menurut Suantara, pihaknya meminta komitmen bersama, tidak hanya Disdik Klungkung, tetapi juga kepala daerah dan KONI Klungkung. Terutama menempatkan para pelatih yang profesional dan dukungan anggaran.

Sehingga, anak-anak yang memiliki kencenderungan menjadi atlet berprestasi sejak di bangku sekolah, ke depan semakin mudah melakukan pembinaan secara berjenjang. Diharap juga semakin siap untuk berkompetisi meraih prestasi. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *