Ilustrasi. (BP/tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Warga yang meninggal karena tertular COVID-19 masih terus bertambah. Jumlahnya pada Selasa (4/5), mencapai 9 orang.

Dilihat dari data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, ada 4 kabupaten/kota yang melaporkan tambahan kasus meninggal. Terbanyak ada di dua zona, yaitu Denpasar dan Buleleng. Masing-masing melaporkan 3 tambahan warga meninggal.

Di posisi selanjutnya ada Karangasem yang mencatatkan 2 warga meninggal. Sedangkan 1 lagi korban jiwa dilaporkan Tabanan.

Pasien pertama merupakan pria berusia 70 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RSUP Sanglah pada 17 April dan terkonfirmasi di hari yang sama. Pasien tanpa komorbid ini meninggal setelah lebih dari dua minggu memperoleh perawatan, 4 Mei.

Pasien kedua merupakan perempuan berusia 71 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RSUP Sanglah pada 11 April dan terkonfirmasi sehari setelahnya. Pasien tanpa komorbid ini meninggal setelah tiga minggu dirawat, 4 Mei.

Baca juga:  Diskes Bali Sebut Klinik Bumi Sehat Tak Penuhi SPK Indonesia

Pasien ketiga merupakan pria berusia 56 tahun. Warga Denpasar ini masuk ke RSUP Sanglah pada 13 April dan terkonfirmasi sehari sebelumnya. Pasien dengan penyakit ginjal, jantung, dan gangguan paru ini meninggal 3 minggu setelah dirawat, 4 Mei.

Pasien keempat merupakan perempuan berusia 59 tahun. Warga Buleleng ini masuk ke RSU Puri Raharja pada 21 April dan terkonfirmasi sehari setelahnya. Pasien menderita tekanan darah tinggi ini meninggal pada 4 Mei.

Pasien kelima merupakan perempuan berusia 48 tahun. Warga Buleleng ini masuk ke RSUD Buleleng pada 26 April dan terkonfirmasi di hari yang sama. Pasien tanpa penyakit penyerta ini meninggal pada 4 Mei.

Baca juga:  Anggap COVID-19 Hoax, Seorang Pria 30 Tahun Meninggal Terjangkit Virus Itu

Pasien keenam merupakan pria berusia 63 tahun. Warga Buleleng ini masuk ke RSU Karya Dharma Husada pada 26 April dan terkonfirmasi sehari setelahnya. Pasien tanpa penyakit penyerta ini meninggal pada 4 Mei.

Pasien ketujuh merupakan pria berusiq 45 tahun. Warga Karangasem ini masuk ke RSUD Klungkung pada 20 April dan terkonfirmasi di hari yang sama. Pasien tanpa komorbid ini meninggal pada 29 April namun baru dicatatkan 5 hari kemudian, 4 Mei.

Pasien kedelapan merupakan pria berusia 80 tahun. Warga Karangasem ini masuk ke RSUD Karangasem pada 28 April dan terkonfirmasi sehari setelahnya. Pasien tanpa komorbid ini meninggal pada 29 April namun baru dicatatkan 5 hari kemudian, 4 Mei.

Baca juga:  Perjuangkan Kebijakan Khusus untuk Pelaku Usaha Bali

Pasien kesembilan merupakan pria berusia 51 tahun. Warga Tabanan ini masuk ke RS Siloam pada 28 April namun terkonfirmasi pada 25 April. Pasien yang juga menderita diabetes inu meninggal hampir sepekan setelah dirawat, 4 Mei.

Kumulatif korban jiwa mencapai 1.370 orang. Riinciannya 1.365 WNI dan 5 WNA.

Lima besar kabupaten/kota yang melaporkan korban meninggal adalah Denpasar 327 orang, Badung 234 orang, Tabanan 169 orang, Buleleng 150 orang, Gianyar 131 orang. Posisi keenam hingga sembilan adalah Karangasem 100 orang, Bangli 99 orang, Jembrana 77 orang, dan Klungkung 67 orang. Terdapat pula 11 korban jiwa dari kabupaten lain. (Winatha/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.