Ida Pandita Mpu Rekadnyana Siddantha. (BP/jay)

BANGLI, BALIPOST.com – Ida Pandita Mpu Rekadnyana Siddantha, telah berpulang pada Sabtu (17/4). Sulinggih asal Banjar Hulundanu, Desa Songan, Kintamani, Bangli ini meninggal dunia setelah dirawat di Wing Internasional RS Sanglah sejak 15 April 2015.

Ida Pandita mengalami sakit karena penurunan fungsi berbagai organ tubuh yang diketahui sejak lima bulan lalu. Sejak diagnosa tersebut Ida Pandita menjalani perawatan dengan pemeriksaan secara berkala (rawat jalan) dari kediamannya di Pasraman/Griya Batur Sari Banjar Hulundanu, Desa Pakraman Songan, ke salah satu dokter spesialis di Bangli.

Baca juga:  Pembukaan Sekolah di Zona Hijau dan Kuning Mulai dari SD, Ini yang Ditiadakan

Ida Pandita lahir di Desa Songan pada 31 Desember 1941. Ida Pandita meninggalkan empat orang putra dan lima orang putri. Menurut Jero Mangku Anton yang yang merupakan putra bungsu dari Ida Pandita, saat ini Ida sudah memiliki 30 orang cucu.

Sedangkan Ida Pandita Istri Mpu Rekadnyana Siddanthi sudah mendahului lebar pada Agustus tahun 2017 lalu. Seperti diketahui Ida Pandita madeg sulinggih pada 4 April 2004. Nabenya (guru) yakni Ida Pedanda Gede Putra Tembau Griya Aan Klungkung (Ida Nabe Napak) dan Ida Pedanda Gede Putra Bajing di Griya Tegal Jingga Denpasar (Ida Nabe Waktra).

Baca juga:  Dua Zona Merah di Bali Ini, Jadi 10 Besar Kabupaten/Kota dengan Kasus Aktif Tertinggi

Ketika Ida Pandita lebar (meninggal), panglinsir di Griya Batur Sari langsung minta petunjuk ke Ida Nabe Gede Putra Tembau terkait ucapara palebon. Dikatakan pelebon Ida Pandita Mpu Rekadnyana Siddantha akan dilaksanakan pada 21 Mei 2021.

Sebelum itu, Ngelelet (Nyiramang) akan dilaksanakan pada 6 Mei dan Narpana pada 11 Mei 2021. Sedangkan Ngeroras (Nyekah/Atma Wedana) akan dilangsungkan pada 1 Juni 2021. “Jadwal itu yang dianugrakan Ida Nabe Gede Putra Tembau. Detail dudonan upacara baru akan diketahui tiga hari setelah dilaksanakan pewilangan pangglingsir Dadia Ida Ratu Ayu Gunung Sari yang akan digelar pada 20 April 2021 di Gria/Pasraman Batur Sari,” tambah Jero Salin Muliawan, salah satu panglingsir griya. (Pramana Wijaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.