Seorang staf perpustakaan mencoba merapikan buku-buku, yang berjatuhan dari rak akibat gempa bumi yang kuat, di sebuah perpustakaan Kota Iwaki, Prefektur Fukushima, Jepang 14 Februari 2021. (BP/Antara)

TOKYO, BALIPOST.com – Gempa berkekuatan 7,2 mengguncang wilayah pantai timur laut Jepang, Sabtu (20/3). Dikutip dari Kantor Berita Antara, gempa ini menghantam wilayah yang hancur akibat bencana 2011.

Tak hanya itu, tsunami setinggi satu meter, terjadi pascagempa. Gempa melanda pantai Prefektur Miyagi pada pukul 18.26 waktu setempat dan memiliki kekuatan 7,2 magnitudo pada kedalaman 60 km, kata Badan Meteorologi Jepang.

Baca juga:  Repatriasi Gelombang II dari Maladewa dan Sri Lanka, Segini Jumlah Naker Migran Bali yang Pulang

Perusahaan Tohoku Electric Power menghentikan kegiatan pembangkit nuklir Onogawa dan sedang memeriksa gangguan lainnya, lapor NHK.

Sementara itu, perusahaan Tokyo Electric Power sedang memeriksa kondisi pembangkit listrik Fukushima Dai-Ichi, yang hancur akibat gempa dahsyat Maret 2011 hingga menyebabkan krisis nuklir dan evakuasi massal.

Tayangan video NHK dari biro Sendai memperlihatkan sebuah plakat yang menggantung di langit-langit bergoyang selama sekitar 30 detik akibat gempa.

Baca juga:  Nakes Tangani COVID-19 Munculkan Klaster Keluarga, 3 Hotel Disiapkan

Gempa dapat dirasakan hingga ke Tokyo, yang berjarak 400 km bagian selatan dari pusat gempa. Masyarakat diingatkan agar menjauhi pantai. (kmb/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.