Made Sisca Pratiwi. (BP/Ist)

DENPASAR, BALIPOST.com – Bali meloloskan delapan atlet tenis meja ke PON Papua. Mereka terdiri atas Deva Prasetya, Putu Tedja ‘Teddy’ Lajuardi, Made Galung Kusuma Negara, Komang ‘Odon’ Sugita (putra), serta Made Sisca Pratiwi, Kadek Ayu Puspawati, Galuh Prasasti dan Komang Anik Sudarnita (putri).

Para atlet tenis meja PON Bali ini ditangani trio pelatih yakni Deddy da Costa, Gede Ardika dan Ronald Raung. Ardika, di Denpasar, Kamis (18/3) menyatakan, selama ini kedelapan atlet menjalani TC Sentralisasi. “Anak-anak ini tinggal dalam satu mess dan mereka rutin berlatih di sport centre di kawasan Tohpati, dari Senin-Jumat pagi dan sore,” sebut Ardika.

Baca juga:  Dukung Seruan Gubernur, Ini Dilakukan Prajuru Banjar Tengah

Diakuinya, sejauh ini cabor tenis meja belum pasti dipertandingkan di PON Papua. Kendati demikian, pihaknya tetap menggelar latihan, bahkan mendatangkan petenis meja nasional seperti Vicky Supit, Ion Mardiono, Gilang Maulana, Bima Abdi Negara serta Habibi. “Hal ini sebagaimana program Ketua Umum Pengprov PTMSI Bali Petrus Reinhard Golose, meskipun saat ini sudah pindah tugas ke Jakarta,” jelasnya.

Ardika mengemukakan, selama pandemi covid-19 ini belum ada agenda Kejurnas. “Anak-anak tetap berlatih meskipun belum ada agenda event nasional,” tuturnya. Ia pun berharap, cabor tenis meja tetap bisa dipertandingkan secara resmi pada hajatan multievent empat tahunan antarprovinsi se-Indonesia di Bumi Cendrawasih.

Baca juga:  Sanggar Guna Murti Tampilkan Wayang Wong Tejakula di PKB

“Memang belakangan muncul wacana bahwa cabor tenis meja akan dialihkan ke Sumsel. Yang kami pertanyakan apakah benar kabar itu ?” tanya dia. Ardika juga menegaskan, sejauh ini atlet asuhannya juga belum ada jadwal mengikuti turnamen internasional di luar negeri. “Petenis meja PON Bali yang bertanding meladeni atlet nasional itu dikemas mirip turnamen,” terangnya. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.