Keluarga Aiptu AA. Gede Putra bersama Wakapolres Gianyar, Kompol Nyoman Wirajaya bersama jajaran Polres Gianyar di rumah duka. (BP/kup)

GIANYAR, BALIPOST.com – Memasuki rumah duka anggota polisi, Aiptu AA Gede Putra, yang meninggal dunia setelah pingsan saat melakukan pengamanan kunjungan kerja Presiden Joko Widodo, nampak berjejer karangan bunga belasungkawa. Dari Polsek, Polres, Polda Bali termasuk Bupati Gianyar mengirimkan ucapan duka cita.

Keluarga terlihat tabah menyambut tamu sekaligus mempersiapkan rangkaian upacara kremasi Aiptu AA Gede Putra, Rabu (17/3). Istri almarhum, Ida Ayu Made Tirta pun menceritakan kepergian sang suami. Ia mengatakan Putra lahir di Banjar Titiapi Kaja Pejeng Kawan pada 10 Oktober 1967. Almarhum meninggalkan 4 orang anak.

Saat bertugas di Polda Bali, dikatakannya sang suami memang mempunyai riwayat jantung. Hasil diagnose dokter ahli jantung setahun lalu. “Selanjutnya setelah ditetapkan menderita penyakit jantung, Gede Putra melakukan pemeriksaan rutin d Rumah Sakit Bhayangkara Denpasar,” ucap Ida Ayu Made Tirta.

Baca juga:  Keputusan Pelaksanaan Porprov Bali di Tangan Gubernur

Saat gladi 3 hari sebelum kunjungan kerja Presiden ke Ubud, Wakapolsek sempat menanyakan kesehatan sang suami. Namun, almarhum menyampaikan dalam kondisi sehat dan siap menjalankan tugas dalam bagian pengamanan presiden RI ke Ubud.

Walaupun dalam kondisi sakit jantung, rasa disiplin mendorong tetap tegar dalam menjalankan tugas. Tirta yang tiga hari lalu ditinggal sang ibu untuk selamanya kini harus merelakan sang suami menyusul ibunya.

Baca juga:  4 KK mundur, 6 KK Bali Transmigrasi Berangkat ke Sumba Timur

Diduga, kematian mertua menyebabkan almarhum yang ikut sibuk mengurus prosesi kelelahan saat bertugas mengamankan kunker Presiden di Puri Ubud.

Saat ini jenasah almarhum dititipkan di Rumah Sakit Ari Canti. Pada Kamis (18/3), jenazah akan langsung dibawa ke tempat kremasi di Bebalang Bangli.

Upacara pengabenan dilakukan secara ngelanus karena akhir Maret ada upacara besar bertepatan dengan Purnama Kedasa di Lingkungan Banjar Titiapi Pejeng Kawan.

Ia mengaku tidak ada firasat sebelum suaminya meninggal karena ia fokus memikirkan upacara Ibu kandungnya. Sebagai ibu rumah tangga, dirinya merasa sangat kehilangan yang menjadi tulang punggung keluarga. “Kami meminta maaf jika almarhum semasa hidup melakukan kesalahan,” tambahnya.

Baca juga:  Hamil Tua, Happy Salma "Support" Mertua

Wakapolres Gianyar, Kompol Nyoman Wirajaya menyampaikan almarhum bertugas hampir 30 tahun di Polda Bali. Dua bulan terakhir, dari Polda Bali almarhum dipindah tugas ke Polres Gianyar.

Karena alasan sakit, almarhum ditugaskan di Polsek Ubud. Hasil koordinasi Polres Gianyar dengan pihak keluarga, upacara kremasi dilaksanakan di Bebalang, Bangli.

“Upacara penghormatan terakhir kemungkinan tanpa upacara militer tetapi tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” katanya. (Wirnaya/balipost)

BAGIKAN

Warning: A non-numeric value encountered in /srv/users/serverpilot/apps/balipost/public/wp-content/themes/balipost/includes/wp_booster/td_block.php on line 1009

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

Captcha *