Anak-anak yang mulai menekuni olahraga angkat besi dan mereka baru bisa disiapkan untuk kejuaraan kelompok umur.(BP/Nel)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Bali hanya meloloskan seorang atlet angkat besi yakni Ketut ‘Banat’ Ariana. Akan tetapi, stok atlet pelapis Banat dipastikan tidak ada, sehingga Bali dituntut mencetak bibit-bibit lifter baru. Oleh sebab itu, Pengprov PABSI Bali kini sedang getol melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet belia.

Ketua Umum Pengprov PABSI Bali Wayan Bun Setiady, di Dalung, Kamis (4/3) menerangkan, pihaknya baru menjabat masa bakti 2021-2025, dan baru mengetahui bahwa Bali lowong lifter yang merupakan adik kelas Banat. “Jadi, saya tak mau menyalahkan pihak mana pun dan lebih baik fokus pada pembinaan,” cetusnya.

Dikemukakan, turunnya Banat di ajang PON Papua juga harus menerapkan strategi jitu, dalam upaya meraup emas. “Banat pernah mendulang emas pada SEA Games, namun selama tampil di PON justru belum pernah menyabet emas. Hal ini merupakan tantangan tersendiri bagi Banat,” tukasnya.

Baca juga:  KPU Gianyar Serahkan APK Pileg 2019

Untuk itu, dirinya menyusun strategi bahwa Banat hingga kini belum diputuskan bakal turun di kelas berapa. Tujuannya, untuk merahasiakan calon lawan yang dihadapi. “Saya kira taktik ini hampir diterapkan lifter seluruh provinsi, sebab mereka membaca peluang lifternya untuk merebut emas,” ucap dia.

Menurut dia, Banat sudah fokus berlatih di Denpasar. Banat ditangani duet pelatih Joko Honggono dan Ni Luh Sinta Darmariani. “Banat sudah tinggal di Denpasar dan berlatih lima kali dalam sepekan. Yang membanggakan, Banat meskipun masih dalam pemulihan, tetapi angkatannya sudah mencapai 80 persen,” jelasnya.

Baca juga:  Pelaku Mutilasi Motor Curian Ditembak

Sementara, Pelatih Joko Honggono mengemukakan, Banat berlatih hampir tiap hari dan libur pada Kamis dan Minggu. “Menu latihan Banat saat ini baru bersifat umum, karena masih dalam taraf pemulihan,” katanya. Diakuinya, Banat belum diagendakan turun dalam kejuaraan maupun try out, mengingat hingga kini masih dalam situasi pandemi Covid-19.

Selain itu, Joko Honggono menambahkan, selama wabah virus corona ini belum ada kejuaraan. Namun, di luar negeri sudah berani menggelar kejuaraan dunia virtual. Hanya, kendalanya jam penampilan lifter harus menyesuaikan tuan rumah. “Selisih waktu antara Indonesia dan mancanegara cukup lama. Bahkan lifter Indonesia bisa tampil untuk direkam pada dini hari pukul 02.00-03.00,” tuturnya.

Baca juga:  100 Atlet PON Jalani Tes Psikologi

Disisi lain, Ni Luh Sinta Darmariani bersama Ni Komang Kardewi sedang rajin melatih lifter cilik yang berjumlah 14 anak, dan mereka menekuni angkat besi ini mulai dari nol. Bahkan, lanjut Sinta, mereka juga belum bisa diproyeksikan berlaga pada PON empat tahun mendatang. “Rata-rata usia mereka masih muda, paling-paling hanya bisa diturunkan pada kejuaraan kelompok umur atau remaja,” terang Sinta. (Daniel Fajry/Balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.