Pedagang sedang menata kain endek. (BP/eka)

TABANAN, BALIPOST.com – Di Tabanan ternyata belum ada perajin yang menekuni produksi kain endek. Hal ini diungkapkan Pengurus Dekranasda Tabanan, A.A Mirah Hariyani, Jumat (19/2).

Ia mengaku untuk di Tabanan memang belum ada perajin atau UMKM yang bergelut di bidang fashion (kain tenun endek).  Hanya saja memang sempat di periode 2015 sampai dengan 2017, 10 orang warga di Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan memproduksi endek.

Baca juga:  Tambahan Pasien COVID-19 Sembuh Lebihi Kasus Baru, Sayangnya Tabanan Laporkan Kasus Meninggal

“Aslinya orang Klungkung, berkembang di Desa Pajahan karena menyesuikan permintaan di Klungkung. Namun sekarang tidak berlanjut lagi. Yang ada mereka beralih ke tenun cagcag atau sejenis songket yang difasilitasi Provinsi di Desa Galiukir Kebon Padangan, Pupuan. Hanya saja kain ini tidak bisa digunakan untuk baju kerja ataupun seragam,” jelasnya.

Meski demikian dari hasil koordinasi sementara, AA Mirah menambahkan sudah ada salah satu perajin yang bergelut dimodifikasi bordir tertarik untuk melirik potensi ini. Selain juga pihaknya akan terus mendorong perajin lainnya di  Pupuan untuk mengambil peluang tersebut.

Baca juga:  Anggap Prospektif, Perajin Bordir di Tabanan Ingin Belajar Tenun Endek

“Konsep ataupun ancang-ancang pengembangannya sudah ada. Hanya saja masih belum bisa kita fasilitasi maksimal, lantaran masih menunggu proses pergantian pengurus di Dekranasda. Seminggu atau dua minggu setelah itu baru bisa kita start lagi,” terangnya.

Dengan sudah adanya niat dari salah satu pelaku UMKM untuk pengembangan ke tenun endek, pihaknya sangat mengapresiasi. Dalam waktu dekat akan mengajak mereka belajar atau studi banding ke Klungkung sehingga selanjutnya bisa dikembangkan di Tabanan. (Puspawati/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.