Tembok penyengker sepanjang 15 meter tergerus karena hujan lebat, Rabu (27/1) di Desa Tanglad. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Hujan lebat terus menerus membuat tembok penyengker warga di Desa Tanglad, Nusa Penida, Klungkung, tergerus, Rabu (27/1). Tembok sepanjang sekitar 15 meter itu tergerus longsor, nyaris menghancurkan seluruh palinggih di sanggahnya.

Guna mencegah semua bangunan palinggihnya ikut tergerus, seluruh bangunan diikat dengan tali dan dari bawah ditunjang dengan beberapa batang bambu.

Kapolsek Nusa Penida AKP Gede Sukadana, menyampaikan posisi rumah warga Made Darma (48) ini berada di dataran tinggi. Kondisi tanah di sekitarnya dikatakan labil, sehingga sangat rentan terjadi longsor ketika turun hujan lebat.

Baca juga:  Ortu Bayi Laki-laki Dibuang di By-Pass Kusamba Masih Diselidiki

Longsor persisnya terjadi Selasa (26/1) malam, sekitar pukul 22.00 WITA, ketika turun hujan lebat disertai angin kencang di Nusa Penida. Peristiwa ini sempat mengagetkan pemilik sanggah dan warga sekitar.

Selain tembok penyengker, satu Palinggih Pengrurah rupanya juga ikut tergerus longsor, hingga hancur menjadi beberapa bagian. Material longsor sudah dibersihkan dari lokasi oleh petugas BPBD Klungkung, dibantu pihak kepolisian, TNI dan warga sekitar.

Namun, warga sekitar masih mengkhawatirkan adanya longsor susulan. Sebab, hujan lebat disertai angin kencang, saban hari masih terus terjadi.

Baca juga:  Pujawali di Pura Batu Medau Nusa Penida "Nyejer" 3 Hari

Sebagai antisipasi, warga sekitar diminta waspada. “Korban jiwa nihil. Hanya saja korban materiilnya sekitar Rp 100 juta, melihat kerusakan cukup parah. Sementara palinggihnya diikat pakai tali ke bangunan lain, agar tidak ikut tergerus karena dekat sekali dengan titik longsor. Baru bawah, juga ditunjang pakai bambu,” kata kapolsek.

Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, Putu Widiada, ditemui, Rabu (27/1) mengatakan ancaman bencana seperti tanah longsor harus diwaspadai bersama-sama. Sebab, belum dapat diperkirakan kapan cuaca ekstrem, hujan lebat disertai angin kencang ini akan berakhir.

Baca juga:  Krisis Kepsek, Puluhan SD Masih Dijabat Pelaksana Tugas

Jika tinggal di daerah perbukitan yang rawan bencana longsor, diminta selalu meningkatkan kewaspadaan. Demikian juga di dekat pohon besar, agar terhindar dari ancaman pohon tumbang. “Kami terus melakukan pemantauan dan tindakan cepat di lapangan, saat laporan bencana masuk ke BPBD. Seperti tadi, kami juga segera melakukan penanganan pohon tumbang di Akah, karena menutup akses jalan,” katanya. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.