Gedung SDN 7 Tianyar kondisinya memprihatinkan karena dimakan usia. (BP/nan)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Gedung SDN 7 Tianyar Barat kondisinya memprihatinkan pasca ambruk pada Agustus lalu akibat bangunan termakan usia. Untuk perbaikan atau rehab gedung tersebut menjadi prioritas yang bakal dilakukan pada 2021.

Berdasarkan pantauan di sekolah tersebut, gudang yang lokasi ada di sebelah barat, atapnya runtuh. Bangunan itu kini tinggal menyisakan dinding.

Sementara tiga ruang belajar di sebelahnya untuk kelas II, III, dan IV, hanya mengalami kerusakan di bagian plafon. Kayu bagain atas mulai keropos akibat termakan usia.

Baca juga:  STMIK Primakara Siapkan Pendampingan Belajar Online

Kepala SD Negeri 7 Tianyar Barat Ni Made Ristiani, mengatakan kalau bangunan gedung ambruk sekitar Agustus. Menurutnya, bangunan ambruk karena sudah termakan usia.

Dan pihak sekolah tak tahu pasti kejadian itu. “Kami sangat bersyukur, saat kejadian tidak ada siswa,” ucapnya.

Ristiani mengatakan, pasca-ambruknya gedung itu, pihaknya telah melapor dan mengajukan permohonan untuk rehab dan kini masih diproses di Disdikpora Karangasem. Bahkan, sebelum ambruk, pihak sekolah telah menyampaikan kondisi bangunan. “Saat kejadian, kita kembali ajukan proposal rehab untuk empat ruangan itu. Semoga nantinya dapat ditindaklanjuti,” harapnya.

Baca juga:  Ini Tambahan Kasus Positif Covid -19 di Karangasem

Kepala Bidang Pembinaan SD, Disdikpora Karangasem Nyoman Merta, mengakui kalau pihaknya telah menerima proposal rehab yang diajukan SD Negeri 7 Tianyar Barat. “Untuk rehab, SDN7 Tianyar Barat jadi prioritas untuk direhab pada 2021 mendatang. Karena kerusakannya tergolong berat. Anggaran yang diplot untuk rehab itu sekitar Rp 200 juta,” jelasnya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.