Guru sedang mengajar di kelas. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pandemi Covid-19 telah menyebabkan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka di sekolah mandeg selama hampir setahun ini. DPRD Bali melalui Komisi IV pun meminta Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali agar mulai mempersiapkan KBM tatap muka untuk tahun depan.

Disdikpora juga diminta memperbaiki dan menambah sarana prasarana pendukung seperti kelas hingga unit sekolah baru. “Paling penting adalah, mudah-mudahan Covid-19 segera berakhir, agar Disdikpora mempersiapkan proses belajar mengajar secara tatap muka. Betul-betul segera dipersiapkan mulai sekarang, termasuk SDM-nya,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Gusti Putu Budiarta dikonfirmasi, Jumat (13/11).

Baca juga:  Penghapusan Hibah Bansos, Dewan Usulkan Harus Adil

Terlebih sekarang, lanjut Budiarta, pemerintah pusat sedang melakukan uji klinis vaksin Covid-19. Proses ini diperkirakan berlangsung sampai akhir tahun, sehingga vaksin dapat segera dibagikan kepada masyarakat.

Oleh karena itu, KBM tatap muka mesti dipersiapkan mulai dari sekarang. Paling tidak agar para siswa sudah bisa mulai belajar tatap muka di sekolah tahun depan.

Mengingat, tidak semua anak didik mendapatkan pembinaan yang maksimal lewat pembelajaran dari rumah secara daring. “Kan kasihan juga orangtua dari anak-anak didik di rumah, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja susah. Jadi, pembinaan terhadap anak didik di rumah kurang efektif,” imbuh Politisi PDIP asal Pedungan, Denpasar ini.

Baca juga:  Sekolah di 257 Kecamatan di Jabar Boleh KBM Tatap Muka

Kemudian yang tidak kalah penting, menurut Budiarta adalah sarana prasarana. Mengingat, jumlah peserta didik baru yang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi yakni SMA/SMK terus bertambah setiap tahunnya.

Selain memperbaiki dan menambah jumlah ruang kelas untuk mendukung KBM tatap muka, juga harus ada penyiapan gedung baru SMA dan SMK. Terkait hal ini, pihaknya sudah melakukan pembahasan dengan Disdikpora Bali. “Itu sudah kita diskusikan, sudah rapat kerja dengan Kadisdikpora Bali. Kalau di Denpasar, kita akan menambah satu SMA negeri yakni SMAN 11 di daerah Padangsambian Kelod,” ungkapnya.

Baca juga:  71 SMA/SMK di Jabar Sudah Bisa KBM Tatap Muka

Budiarta menambahkan, SMK juga akan ditambah di Denpasar untuk keahlian di bidang pariwisata. Mengingat saat ini hanya ada 2 SMK negeri di Denpasar untuk bidang pariwisata dengan peminat yang membeludak sehingga tidak bisa tertampung seluruhnya. Kalau ternyata belum bisa dibangun tahun depan, maka rencana SMK baru di Denpasar ini akan diwujudkan pada 2022.

“Di Gianyar juga rencananya ada tambahan SMA Negeri di Sukawati pada 2021. Untuk daerah lain masih melihat perkembangan selanjutnya, karena kita masih akan melakukan rapat kerja lagi dengan eksekutif,” tandasnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.