Boy Jayawibawa. (BP/dok)

DENPASAR, BALIPOST.com – Upaya untuk melahirkan SDM Bali yang berdaya saing tinggi, berkualitas dan berintegritas tidak cukup hanya dari sektor pendidikan saja. Masih ada sektor kepemudaan dan olahraga yang juga membutuhkan perhatian.

Namun, segala kegiatan menyangkut kepemudaan dan olahraga tahun ini mandeg lantaran anggaran habis terserap untuk pandemi Covid-19. “Kalau di pendidikan sudah jelas, bagaimana upaya kita di kurikulum dan mutunya. Kalau yang di kepemudaan memang belum bisa kami berbuat banyak karena anggaran,” ujar Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, Ketut Ngurah Boy Jayawibawa dikonfirmasi, Rabu (11/11).

Baca juga:  Denpasar Lelang Proyek Balai Budaya dan Gedung SMPN 13

Menurut Boy, Dinas Pendidikan serta Dinas Kepemudaan dan Olahraga baru bergabung menjadi satu perangkat daerah awal 2020 lalu. Namun, pada bulan Februari dan Maret sudah tidak anggaran untuk sektor kepemudaan dan keolahragaan terkait peningkatan SDM. Baik kegiatan fisik, non fisik, jasmani maupun rohani. Di bidang kepemudaan, salah satu contoh upaya peningkatan SDM adalah dengan memberi pelatihan kewirausahaan kepada anak-anak agar memiliki nilai lebih.

Baca juga:  Pasraman Siswa dan Guru Ajeg Bali Melatih Disiplin dan Pengendalian Diri

“Tapi itu tidak bisa dilakukan karena masalah anggaran dan juga tidak boleh tatap muka. Kemudian menyangkut masalah olahraga, itu juga tidak kita laksanakan,” imbuhnya.

Boy mencontohkan, tahun ini tidak dilaksanakan Porsenijar lantaran pandemi Covid-19. Begitu juga event-event olahraga lainnya seperti olimpiade. Tahun depan pun, pihaknya masih akan menitikberatkan pada sektor pendidikan ketimbang kepemudaan dan olahraga lantaran anggaran yang terbatas.

Baca juga:  Dari Rencana "Groundbreaking" Pelabuhan di Nusa Penida hingga Kebakaran Dekat Lapas Kerobokan

Kendati, anggaran tetap dialokasikan untuk hibah KONI, FORMI, dan NPC bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Walaupun diakui jumlahnya tidak sebanyak tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah pusat yakni Kementerian Pemuda dan Olahraga menyangkut bantuan anggaran. “Sekiranya ada anggaran dekonsentrasi, mohon diberikan lah,” pungkasnya. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA *