Warga memperlihatkan rumahnya yang tertimpa longsoran. (BP/Istimewa)

GIANYAR, BALIPOST.com – Nasib naas dialami Ketut Supata di Desa Bukian, Kecamatan Payangan yang rumahnya tertimbun longsor pada Minggu (11/10). Ironisnya hingga Selasa (13/10) material longsor belum bisa dibersihkan sepenuhnya.

Hal ini terjadi lantaran tidak adanya akses yang untuk membawa alat berat ke lokasi tersebut. Alhasil proses evakuasi dilakukan secara manual. Kondisi ini dibenarkan Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ngakan Dharma Jati Selasa kemarin.

Disebutkan bencana tanah longsor ini terjadi pada Minggu siang. Secara tiba-tiba tanah dibelakang rumahnya itu longsor menimpa bangunan rumah dan dapur. “Kejadiannya dua hari lalu (Minggu, Red), dan tidak ada korban jiwa,” kata Ngakan Dharma Jati.

Baca juga:  Kerja di Vila Sebulan, Curi Uang Rp 6,9 Juta

Dikatakan keluarga Ketut Supata, tiga anak, ibu dan dirinya berhasil melarikan diri saat kejadian. Namun sayang, harta benda miliknya tidak bisa terselamatkan dan saat ini masih tertimbun diantara reruntuhan tersebut. “Untuk penanganan kami lakukan dengan manual saja karena alat berat tidak bisa ke lokasi. Untuk evakuasi tidak dilakukan karena masih ada tempat tinggal bisa ditempati yang posisinya lebih aman,” jelasnya.

Ngakan Jati menambahkan akibat hujan yang terjadi pada Sabtu (10/11) itu tercatat ada belasan kejadian. Baik yang menimpa jalan raya, permukiman maupun fasilitas adat.

Baca juga:  Hingga Awal November, PN Gianyar Tangani 169 Kasus Perceraian

Ia menambahkan, bagi masyarakat yang mengalami kerugian bencana bisa memohon bantuan kepada pemerintah. “Mekanismenya, yang bersangkutan mengajukan proposal dan dikaji sama tim teknis berapa biayanya. Setelah dicek oleh petugas, kemudian bantuan bisa cair. Sementara besaran bantuan mengacu pada kajian teknis dan kemampuan keuangan daerah,” paparnya.

Longsor yang menimpa warga di Banjar Bukian Kauh, Desa Bukian, Payangan ini pun akhirnya mengundang simpati banyak pihak. Selain BPBD dan Dinas Sosial Kabupaten Gianyar yang membawakan paket sembako beserta pakaian, menyusul Kapolres Gianyar I Dewa Made Adnyana bersama dengan rombongan juga menyerahkan sembako dan pakaian.

Baca juga:  Piodalan Pura Taman Pule saat Kuningan, Ini Imbauannya

Selain memberikan bantuan sembako, serta pakian, AKBP Dewa Made Adnyana juga mengajak keluarga korban untuk mematuhi protokol kesehatan. Wajib menjaga jarak, wajib mencuci tangan, dan wajib mengenakan masker (3M).

Bahkan Perwira Polisi asal Klungkung ini langsung mengambil masker yang tersimpan di dalam tasnya.

Sementara memasuki musim saat ini, Kapolres Gianyar juga memastikan kesiapan seluruh anggota polres jajaran untuk back-up di setiap bencana, bekerja sinergi dengan unit lainnya. “Kita pastikan seluruh anggota siap membantu polsek jajaran saat terjadi bencana,” tandasnya. (Manik Astajaya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.