Bupati Suwirta melihat contoh pertanian dengan model hidroponik. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Di tengah pandemi COVID-19, berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah agar ekonomi warganya kembali pulih. Dinas Pertanian Klungkung melatih 100 orang dari KK miskin agar bisa tetap berusaha, di Balai Pelaksana Penyuluhan Pertanian, di Dusun Hyang Api, Desa Akah, Kecamatan Klungkung, Senin (12/10).

Mereka dilatih bertani hidroponik, yang saat ini memiliki peluang tersendiri dan terampil memanfaatkan media tanam di sekitarnya. Kepala Dinas Pertanian IB. Juanida mengatakan, pelatihan hidroponik terdiri dari Desa Jumpai (7 orang), Kampung Gelgel (1 orang), Gelgel (2 orang), Tangkas (4 oréng), Kamasan (10 orang), Manduang (9 orang), Selisihan (4 orang), Tegak (15 orang), Akah (12 orang) dan Selat (34 orang).

Baca juga:  Jelang Galungan, Stok Babi Dipastikan Aman di Bangli

Menghadirkan narasumber dari Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Dr. drh. Made Rai Yasa dan penyuluh pertanian dengan materinya budidaya hidropinik. Pelatihan dibagi menjadi dari 5 angkatan, dimana setiap angkatan mengikuti pelatihan selama 2 hari, sampai 22 Oktober nanti. Seluruh peserta juga mendapatkan bangunan hidroponik dari bahan baja ringan, rockwool, benih sayur, nutrisi serta alat ukur nutrisi.

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta pelatihan ini dilakukan di tengah pandemi, sebagai salah satu upaya mengurangi angka kemiskinan. Bupati Suwirta mengatakan, pihaknya berupaya mengubah mindset/pola pikir para KK miskin dengan cara memberikan motivasi dan pelatihan. Salah satunya adalah melalui program pertanian hidroponik masuk KK Miskin yang merupakan program yang langsung menukik dan diyakini bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Baca juga:  Bagia Harapkan Pilkada Berjalan Lancar

Selain program tersebut, ada pula program kerja kapal di pesiar, entrepreneur masuk desa serta pelatihan kerja lainnya. Menurutnya, semua program tersebut akan lebih bermanfaat ketimbang dengan memberikan bantuan pangan sembako.

KK Miskin yang memiliki tubuh sehat dan bugar akan dibekali dengan ilmu dan modal untuk berusaha dan menjadi maju. Setelah mendapatkan pelatihan, peserta akan terus dipantau, dibina dan hasil dari hidroponik nantinya akan dibantu dipasarkan oleh Pemda Klungkung. “Saat ini lahan pertanian sudah semakin berkurang, namun kebutuhan pangan terus meningkat seiring pertambahan penduduk, maka dari itu program hidroponik masuk KK miskin akan sangat tepat untuk mengangkat perekonomian keluarga. Apalagi ditengah pandemi COVID-19 ini. Kami akan terus membina dan memantau serta membantu pemasaran hasil dari pertanian hidoponik ini,” ujar Bupati Suwirta. (Bagiarta/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.