dr. Nyoman Gede Grenata N. Ustriyana. (BP/Istimewa)

Oleh dr. Nyoman Gede Grenata N. Ustriyana

Gagasan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh memang menarik, tetapi benarkah kita dapat menghindari atau jarang sakit dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh? Sebagaimana dikutip dari sebuah artikel pada situs resmi Cedars-Sinai Medical Center, salah satu rumah sakit terbaik di Amerika Serikat, Dr. Suzanne Cassel, mengatakan bahwa konsep meningkatkan sistem kekebalan tubuh sebenarnya tidak akurat.

Selain itu, masih banyak anggapan lain yang simpang-siur yang berkembang luas tentang bagaimana sistem kekebalan tubuh manusia berfungsi dan bagaimana tubuh manusia dirancang untuk memerangi penyakit dan infeksi. Sistem kekebalan tubuh (imun) manusia bertugas untuk mengenali dan mengidentifikasi infeksi atau cedera di dalam tubuh.

Respons kekebalan tubuh yang dihasilkan bertujuan untuk memulihkan fungsi normal tubuh. Banyak orang mengira bahwa ketika mereka sakit, gejala yang mereka alami adalah tanda bahwa mereka terkena virus atau infeksi. Padahal, suatu gejala sebenarnya merupakan tanda bahwa tubuh sedang melawan infeksi atau virus, yang akan memicu respons imun.

Kesalahpahaman umum lainnya adalah bahwa kita harus berusaha memiliki sistem kekebalan tubuh yang kuat. Padahal, sebenarnya yang dibutuhkan oleh tubuh adalah sistem kekebalan tubuh yang seimbang. Memiliki terlalu banyak respons imun sama buruknya dengan respons imun yang terlalu sedikit. Sebagian besar hal yang dilakukan orang untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh mereka, seperti mengonsumsi vitamin atau suplemen, nyatanya tidak berpengaruh pada respons imun.

Saat ini, di tengah pandemi Covid-19, penting bagi kita untuk senantiasa menjaga sistem kekebalan tubuh agar tetap dalam kondisi prima. SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan penyakit Covid-19, adalah suatu patogen baru, yang berarti pasien yang tertular virus ini belum memiliki antibodi spesifik untuk melawan virus tersebut. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk terus mempraktikkan penjarakan sosial (social distancing), kebersihan tangan dan tubuh yang baik, serta menjaga etika ketika bersin dan batuk.

Baca juga:  Kolaborasi Budaya, Pertanian, dan Pariwisata Bali

Menjaga sistem kekebalan tubuh yang seimbang selagi dalam keadaan sehat juga sama pentingnya agar sistem imun kita dapat tanggap dalam mengenali apabila ada virus baru masuk ke dalam tubuh dan berusaha melawannya. Dengan mengambil langkah preventif selagi dalam keadaan sehat untuk meningkatkan keseimbangan dan kekebalan tubuh tentu juga dapat membantu dalam melawan berbagai penyebab penyakit umum lainnya, seperti virus penyebab batuk dan pilek.

Saat ini memang diperlukan lebih banyak penelitian mengenai hal ini, akan tetapi secara umum komunitas kedokteran meyakini bahwa melakukan olahraga dan aktivitas yang berkualitas, dibarengi dengan menjaga nutrisi, kesejahteraan emosional dan psikologis, serta pilihan gaya hidup dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.

Berikut tiga tips utama serta fakta-fakta untuk membantu kita menjaga kesehatan tubuh di masa pandemi ini, yang dirangkum dari situs resmi Harvard Health Publishing di bawah Harvard Medical School dan Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat Amerika Serikat: (1) Tingkatkan kualitas asupan makanan yang dikonsumsi, sistem kekebalan tubuh yang sehat membutuhkan asupan makanan yang baik dan teratur. Sebagaimana dikutip dalam Laporan Global untuk Penelitian tentang Penyakit Menular dari Kemiskinan (Global Report for Research on Infectious Diseases of Poverty) tahun 2012 yang disponsori oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), para ilmuwan telah lama menyadari bahwa orang yang hidup dalam kemiskinan dan kekurangan gizi lebih rentan terhadap penyakit menular. Namun, hingga saat ini memang belum dapat dipastikan apakah peningkatan angka penyakit tersebut disebabkan oleh efek malnutrisi pada sistem kekebalan tubuh atau tidak. Terdapat beberapa bukti yang menunjukkan bahwa berbagai defisiensi mikronutrien dalam tubuh, misalnya defisiensi zinc, selenium, zat besi, asam folat, serta vitamin A, B6, C, dan E mengubah respons imun pada hewan.

Baca juga:  Pemilu, Pilihan Pelangi dan Partai "Konglomerat"

(2) Tidur yang cukup. Tidur adalah salah satu perilaku kesehatan terpenting untuk mencapai fungsi kekebalan tubuh, kesehatan mental dan fisik, serta kualitas hidup yang optimal. Centers for Disease Control and Prevention (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat) atau CDC, dan organisasi nirlaba American Academy of Sleep Medicine (Akademi Amerika untuk Ilmu Kedokteran Tidur) atau AASM, merekomendasikan tidur selama 7 jam atau lebih untuk orang dewasa, 8-10 jam untuk remaja, 9-12 jam untuk anak-anak usia sekolah, 10-13 jam untuk anak-anak pra-sekolah (termasuk tidur siang), dan 11-14 jam untuk balita (termasuk tidur siang) dalam periode 24 jam.

(3) Berolahraga teratur. Olahraga yang teratur merupakan salah satu pilar hidup sehat yang dapat meningkatkan kesehatan jantung, menurunkan tekanan darah, membantu mengontrol berat badan, dan melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Tetapi, apakah olahraga dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan Anda secara alami dan menjaganya tetap sehat? Sama seperti mengonsumsi makanan yang sehat, olahraga dapat pula berkontribusi pada kesehatan umum yang baik dan oleh karena itu membantu menjaga sistem kekebalan tubuh yang sehat.

Baca juga:  Menang Kalah Debat, Adakah Itu?

Berikut tiga cara untuk memasukkan olagraga dalam aktivitas harian Anda,  terus bergerak: Department of Health and Human Services (Departemen Kesehatan dan Layanan Masyarakat) Amerika Serikat merekomendasikan masyarakatnya untuk melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu dan dua sesi latihan kekuatan otot per minggu. Artinya, Anda hanya memerlukan sekitar 25-45 menit per hari untuk menjaga kebugaran tubuh sehari-hari. Selain itu, berolahraga di dalam atau di luar ruangan: Anda dapat berolahraga baik di dalam maupun di luar ruangan. Anda dapat mencoba berjalan cepat di sekitar rumah atau naik-turun tangga selama 10-15 menit sebanyak 2 atau 3 kali sehari. Jika memungkinkan, Anda juga dapat berjalan cepat atau jogging di sekitar lingkungan rumah Anda, menghabiskan waktu di alam, pergi bersepeda, berkebun, atau melakukan pekerjaan di halaman dengan keluarga Anda.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah latih kekuatan otot: Dengan banyaknya aplikasi ponsel terkait kesehatan dan kebugaran yang ada, Anda memang dapat mengunduh aplikasi olagraga pada smartphone Anda atau dengan mengakses konten youtube yang tidak berbayar. Berolahraga tidak melulu harus berupa jogging, bersepeda, atau sejenisnya. Anda dapat melatih kekuatan otot dengan tetap berada di rumah, misalnya dengan melakukan lunge atau step-up satu kaki di tangga.

Penulis, baru saja menyelesaikan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) di RSUD Sanjiwani Gianyar, yang merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Provinsi Bali

BAGIKAN

1 KOMENTAR

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.