Ilustrasi. (BP/tomik)

DENPASAR, BALIPOST.com – Kabar duka akibat COVID-19 masih menyelimuti Bali. Menyusul dilaporkannya tambahan 7 orang pasien COVID-19 meninggal dunia, Kamis (8/10).

Kendati masih didominasi pasien berusia 50 tahun ke atas, namun satu diantaranya berusia belasan tahun. Pada hari ini, korban meninggal termuda baru berusia 16 tahun.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, pasien termuda ini perempuan berusia 16 tahun dari Tabanan. Selain terkonfirmasi positif COVID-19. Pasien juga memiliki komorbid SLE.

Baca juga:  Jerinx: Bali Jangan Pernah Menyerah

Pasien masuk ke RSUP Sanglah pada 3 Oktober 2020 dan meninggal dunia 6 Oktober 2020.

Pasien meninggal berikutnya, perempuan berusia 67 tahun dari Buleleng. Pasien masuk ke RSUD Buleleng pada 1 Oktober 2020 dan meninggal dunia 7 Oktober 2020. Pasien memiliki komorbid gagal ginjal.

Pasien ketiga, laki-laki berusia 53 tahun dari Tabanan. Pasien masuk ke BRSU Tabanan pada 26 September 2020. Pasien yang meninggal dunia 7 Oktober 2020 ini memiliki komorbid Gagal Ginjal.

Baca juga:  Dua Minggu ke Depan, Stok Logistik Pengungsi di Bangli Masih Aman

Pasien keempat, perempuan berusia 40 tahun yang meninggal dunia 6 Oktober 2020. Pasien asal Denpasar ini diketahui memiliki tiga komorbid yakni DM, Hipertensi, dan Gagal Ginjal. Pasien dirawat di RSU Wangaya sejak 28 September 2020.

Pasien kelima, laki-laki berusia 54 tahun dari Denpasar. Pasien masuk ke RSUP Sanglah pada 28 September 2020 dan meninggal dunia 3 Oktober 2020. Pasien memiliki komorbid Gagal Ginjal dan Hipertensi.

Baca juga:  Puluhan Pegawai di Kejari Jembrana Tes Narkoba 

Pasien keenam, laki-laki berusia 75 tahun yang meninggal dunia 7 Oktober 2020 atau sehari setelah masuk RSUD Sanjiwani pada 6 Oktober 2020. Pasien asal Gianyar ini memiliki komorbid DM dan Transaminitis.

Pasien ketujuh, laki-laki berusia 75 tahun dari Gianyar. Pasien masuk ke RSUP Sanglah pada 28 September 2020. Pasien yang meninggal 7 Oktober 2020 ini memiliki komorbid Riwayat Infeksi Paru. (Rindra Devita/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.