Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Bali, Lantamal V, Kolonel Laut (P) Ketut Budiantara SE. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Sejak pandemi COVID-19 melanda, banyak masyarakat yang mencari prospek baru untuk mata pencaharian. Salah satunya dengan melakukan budi daya udang vaname.

Didukung pula dengan potensi besar dan letak yang strategis, masyarakat Bali memiliki prospek yang cukup menjanjikan untuk membangun desa maritim. Menurut Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Denpasar Bali Kolonel Laut I Ketut Budiantara, S.E., untuk mengembangkan potensi laut diperlukan keterampilan yang perlu dipelajari oleh masyarakat.

Untuk itu, personel-personel angkatan laut yang tersebar di seluruh pesisir dibekali keterampilan budi daya laut, seperti pengembangan udang vaname, yang kemudian digetoktularkan kepada masyarakat setempat untuk mengasah kemampuannya.

Budiantara mengatakan, hal tersebut sesuai dengan visi dan misi Gubernur Bali dalam ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ dalam kajian pemberdayaan pertahanan wilayah laut. ‘’Karena Bali memiliki garis pantai yang bagus untuk mengembangkan udang vaname, selama pandemi ini kita memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memberikan keterampilan kepada personel kita yang tersebar di pos-pos angkatan laut (AL) kurang lebih terdapat sepuluh. Jadi, hal ini diharapkan mampu memberikan pengaruh baik kepada masyarakat yang saat ini terdampak pandemi COVID-19,’’ ujar Budiantara saat wawancara khusus Bali Post Talk serangkaian HUT ke-72 Bali Post, Gerakan Satu Juta Krama Bali Mewujudkan Bali Era Baru di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Kamis (3/9).

Baca juga:  Tingkatkan Soliditas Antar Instansi, TNI AL Latihan Evakuasi Melalui Jalur Laut

Sebagai salah satu garda terdepan dalam menegakkan kedispilinan masyarakat dalam menjalani protokol kesehatan (prokes) selama pandemi, TNI-AL juga membatasi personelnya. Dalam keterbatasan tersebut, anggota tetap mempelajari keterampilan yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mengedepankan upaya pengembangan minat budi daya laut. “Kami tidak membuang-buang waktu yang dimiliki selama pandemi. Itu bukan alasan untuk berdiam diri melihat masyarakat kebingungan mencari prospek baru terlepas dari pariwisata. Alam menyediakan sumber daya yang potensial, tugas kita mengolahnya dengan keterampilan dan kreativitas yang dimiliki,’’ tegasnya.

Baca juga:  Evakuasi, 1.038 Turis Tiba di Pelabuhan Benoa

Budiantara menambahkan, potensi laut yang tak terbatas tersebut diseriuskan juga dengan mengembangkan desa maritim di daerah Jembrana. Dikatakan, penentuan lokasi itu sudah berdasarkan survei yang dilaksanakan sebelumnya.

Faktor pendukung lainnya adalah Bali merupakan pusat penelitian udang vaname karena memiliki sumber yang luar biasa. “Potensinya sangat besar untuk mengembangkan udang vaname. Karena itu, sekarang sedang diusahakan sebaik-baiknya. Sudah ada beberapa daerah yang mengembangkan, tetapi belum merata. Mungkin karena sebelumnya mayoritas masyarakat bekerja di bidang pariwisata, kalau sekarang mereka memiliki kesempatan untuk mulai di bidang lain,” katanya.

Baca juga:  Terpapar Abu Vulkanik, Petani Kintamani Khawatir Tanaman Pertanian Rontok

Untuk menyukseskan tugas itu, kata Budiantara, diperlukan generasi muda yang tidak malu berkecimpung di dunia kelautan. Pemahaman mengenai menjadi nelayan harus diubah paradigmanya, potensi yang harus diperhatikan bukan gengsi. “Pandemi Covid-19 merupakan kesempatan bagi kita untuk introspeksi diri. Mengingatkan masyarakat bahwa perlu memiliki mata pencaharian selain di sektor pariwisata merupakan tugas yang kami emban juga,” ujarnya. (git/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.