Edy Mustofa. (BP/may)

DENPASAR, BALIPOST.com – Konsep tempat wisata “open space” (ruang terbuka) lebih diminati saat pandemi COVID-19. Sebab, di ruang terbuka, upaya menjaga jarak sosial lebih mudah diterapkan.

Menurut Corporate Manager Big Garden Corner, Edy Mustofa, Rabu (19/8), saat pandemi hingga saat ini, Big Garden hanya tutup pada Maret. Selain bulan tersebut Big Garden tetap buka dan tetap menerima kunjungan.

Kunjungan yang pada awal pandemi hanya 5 – 10 orang berangsur–angsur pulih. Kini meski masa pandemi, kunjungannya telah mencapai 70-80 orang per hari.

Baca juga:  250 Wisman ke Indonesia Ditarget Lakukan "Sport Tourism"

Apalagi saat weekend, kunjungan mencapai di atas 100. Menurutnya, di masa pandemi ini kunjungan lebih banyak berasal dari warga lokal. “Wisatawan lokal sangat membantu eksistensi dari Big Garden. Dengan kondisi saat ini, wisatawan lokal jauh lebih berpotensi, itu kita fokuskan dan lebih banyak harapan di situ,” ujarnya.

Big Garden mengusung konsep taman dengan spot–spot foto yang menarik. Dilengkapi beragam bentuk batu alam dan patung yang bisa membuat masyarakat memiliki cukup ruang untuk beraktivitas bersama keluarga.

Baca juga:  Ambassador’s Outing to Bali, Diharapkan Bisa Merecovery Pariwisata Bali

Di lahan seluas 2,5 hektare tersebut juga terdapat swing, standing stone, sky umbrella, dan playground untuk anak–anak. “Area garden, open stage yang memang sangat direkomendasikan di masa pandemi ini,” ujarnya. (Citta Maya/balipost)

BAGIKAN

TINGGALKAN BALASAN

Please enter your comment!
Please enter your name here

CAPCHA * Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.